Love Is Death

Love Is Death

  • WpView
    Leituras 117
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, dez 16, 2016
Mereka bertanya padaku "siapa kau ?", aku terdiam tanpa suara apalagi gerak. Otakku menelaah pertanyaan bodoh itu, bukan kah mereka mengenal ku ? lalu untuk apa mereka bertanya ? tapi kemudian batin ku bergetar hebat, seakan menuntut jawaban pada hati. Dan apa yang dikatakan oleh hati ? " kau bukan siapa-siapa, kau tanpa nama, kau tanpa cerita, kau tak punya jati diri, 'kau bagai mayat hidup', rasa mu mati, naluri mu pun mati, logika mu hilang, dan cerdas mu tak lagi berarti". Apa ini ? bahkan hati pun menentang pemiliknya. Lalu bibir bekerja tanpa perintah " aku batu.. tidak tidak, aku patung.. bukan, aku adalah bayangan". yah mungkin bibir benar, 'aku adalah bayangan'.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Love Is You (Tamat)
  • Admire Or Love
  • flashback~
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Garis Takdir Bad Girl
  • kaLAna: Two Different Worlds
  • Cuaca
  • Need You
  • Resya's Journey Of Life?

Gadis pertama berdiri tegang melihat gadis kedua terduduk lemah di atas kursi roda. Wajah gadis kedua pucat. Ada kesakitan yang merayap di wajah gadis itu. Namun dia berusaha menyembunyikannya dengan memalingkan wajah. Gadis pertama masih shock sejak di IGD tadi dokter jaga menjelaskan bahwa kandungan gadis kedua tidak bisa dipertahankan lagi akibat perdarahan yang dialaminya. Gadis kedua hamil? Gadis kedua mengandung sebuah janin? Siapa... siapa yang melakukannya? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di kepala gadis pertama. Semua kebingungan dan kepanikan bercampur menjadi satu. Tidak tahu harus berkata apa. Tidak mengerti harus bertanya apa. Dia hanya diam membeku seperti orang bodoh. Tapi tatkala melihat raut wajah gadis kedua, gadis pertama tidak ingin bertanya apa-apa lagi. Apalagi ketika melihat gadis kedua menekuk perutnya karena sakit saat diminta berbaring di sebuah ranjang ginekologi, gadis pertama merasa iba. Belum hilang kebingungan mereka, pertanyaan seorang perawat malah membuat keadaan semakin menegangkan. "Di mana suaminya?" tanya perawat itu dengan suara datar. Sepertinya perawat itu sudah bisa mengira apa yang terjadi ketika ada seorang pasien yang datang bersama teman-temannya. Bukan keluarganya. Gadis pertama memandang gadis ketiga yang sedang berdiri di sudut ruangan. Gadis ketiga pun terdiam membeku tidak menjawab sepatah kata pun. Tapi matanya meredup lalu menundukkan kepalanya. Siapa suami gadis kedua? Menikah pun dia belum! Lalu sebuah suara lelaki menyentakkan mereka. Spontan mereka menoleh dan terkaget-kaget melihat siapa lelaki itu. "Saya suaminya." Bersamaan gadis pertama dan gadis ketiga melihat gadis kedua dengan ketegangan yang memuncak. Seolah menanyakan kebenaran jawaban lelaki itu. Tapi sayangnya gadis kedua memilih untuk berpaling. Lalu setetes air mata membasahi pipi gadis kedua. Melihat air mata itu, gadis pertama tidak perlu lagi bertanya. Dia sudah mengerti semuanya. Lalu tiba-tiba hatinya terasa sakit. Amat sakit.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo