Tentang Rasa [Hiatus - On Editting]

Tentang Rasa [Hiatus - On Editting]

  • WpView
    Leituras 183
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, dez 11, 2016
WpInfo
Ficção
Romance
Ini kisah tentang anak remaja yang baru mengenal cinta. Cinta dengan kakak kelasnya sendiri. Entah itu tentang indahnya jatuh cinta,atau sakit nya rasa yang tak terbalas. Semua di rangkum Disini. Ini bukan soal status,tapi ini tentang rasa. Tentang aku - kamu juga dia yang ingin bersama tanpa ada luka dan air mata. -Aya Sedang di refisi🙏 mohon maaf kalau cerita nya nggak nyambung soal nya itu cerita yang terdahulu hehe.
Todos os Direitos Reservados
#57
highschoollovestory
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Juan [REVISI]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • asing di sekolah yang sama
  • Sejenak Luka
  • Elegi Hati
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Amour (COMPLETE)
  • You Are My Destiny
  • PANDANG PERTAMA

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo