Descendants

Descendants

  • WpView
    Reads 813
  • WpVote
    Votes 175
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 15, 2019
WpInfo
Fanfic
Descendants
[Hiatus] 🥀 Luna Evans seorang gadis biasa yang baru saja mendapatkan sebuah tas yang notabenenya sedikit antik disebuah toko tas dekat gang sempit yang tak jauh dari tempatnya ia tinggal.Ia memang merasa sedikit janggal dengan tas yang baru saja ia dapatkan itu.Mulai dari permintaan kakek tua sang pemberi tas itu yang memintanya dan kawannya Daniel dan Olivia untuk menyelamatkan seorang pangeran dari suatu kerajaan yang sejarahnya tak pernah terungkap. . . . . . "Marrie apakah aku bisa kemasa depan untuk betemu dengan gadis itu?" "Tidak pangeran kau memang tak bisa ke masa depan tetapi suatu saat nanti jiwa pangeran selanjutnya yang mungkin bisa meneruskan kehidupan pangeran di kehidupan selanjutnya. Namun pangeran mungkin bisa saja terlahir dalam bentuk kehidupan yang lain." "Ber-reinkarnasi maksudmu Marrie?" tanya pangeran itu. Marrie hanya menjawab dengan anggukan.
All Rights Reserved
#41
greysonchance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IGNITES (END)
  • My Beloved Enemy [Segera Terbit]
  • complicated feeling | ✓
  • I Love You, But ... ✓
  • GOOD GIRL AND BAD GIRL
  • Just Friends✔
  • GAREN SINCERE LOVE
  • SETULUS CINTA LUNA (END)
  • Senyum Untuk Luka (End)

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮

More details
WpActionLinkContent Guidelines