On The Street (HIATUS)
  • Reads 6,757
  • Votes 1,022
  • Parts 10
  • Reads 6,757
  • Votes 1,022
  • Parts 10
Ongoing, First published Oct 06, 2016
⚠HIATUS mode on sampai waktu yang tidak ditentukan🙏🙏

Satu-satunya yang selamat saat terjadi pembunuhan yang ditujukan pada keluarganya, hanyalah gadis itu. Ia melarikan diri dari orang-orang itu dengan rasa takut menghantui. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia harus terus hidup untuk menemukan dan menghukum pembunuhnya adalah satu-satunya tekad yang ia miliki saat ini.

Main cast : Lee Taemin & Son Naeun

A/N :
"Cerita ini sudah dipublish sebelumnya sampai 14 chapter, tapi karena satu dan lain hal cerita ini saya re-publish dengan cerita yang 'agak' berbeda dari sebelumnya. Huhu.. yang kemarin udah baca maafin Author labil nan moody ini ya :')."

- HAPPY READING :) -

©2016 Copyright by Akayukihime__
All Rights Reserved
Sign up to add On The Street (HIATUS) to your library and receive updates
or
#38sonnaeun
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Dosa Ku cover
After Graduation cover
𝐒oerabaja, 1730 cover
ELIO RILEY SERGEYEV cover
Rafa [End💗] cover
Kesayangan Bunda cover
The Best Of Miracle cover
antagonis wife [TERBIT] cover
He Fell First and She Never Fell? cover
BABY CHANIE cover

Dosa Ku

69 parts Ongoing

Liu Qiaqio, Permaisuri Dinasti Jin, telah menyerahkan hati, jiwa, dan raganya untuk sang kaisar. Dia mencintainya dengan sepenuh hati hingga merasa lelah, tetapi sang kaisar yang dingin hanya memiliki mata untuk satu orang, dan orang itu bukanlah dirinya. Kehangatan di mata kaisar saat memandang orang itu tidak pernah menjadi miliknya, kelembutan suara kaisar saat berbicara dengan orang itu tidak pernah ditujukan padanya, bahkan hingga ajal menjemput. "Apa salahku sehingga kau membenciku sejauh ini? Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga kau memandangku dengan begitu hina? Apakah mencintaimu adalah dosa yang begitu besar?" tanyaku dengan lemah. "Dosamu adalah mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai," jawabnya dingin. 'Dia benar, aku telah menghabiskan terlalu banyak cinta untuknya hingga aku tidak punya sisa cinta untuk anak-anakku, untuk mereka yang benar-benar peduli padaku. Jika aku diberi satu kesempatan untuk menebus semua itu, aku akan menghabiskan seluruh hidupku melakukannya,' pikirku sembari menutup mata dan menyambut kematian. Atau begitulah pikirku.