Story cover for Bu, Maaf by Jafreida
Bu, Maaf
  • WpView
    LECTURAS 20,315
  • WpVote
    Votos 569
  • WpPart
    Partes 8
  • WpView
    LECTURAS 20,315
  • WpVote
    Votos 569
  • WpPart
    Partes 8
Concluida, Has publicado oct 06, 2016
Aku tau ibu menyayangiku, tapi aku yakin Ayahku jauh lebih menyayangiku. tapi, sejak  Ayah meninggal, aku merasa dia tak lagi menyayangiku. dia selalu memarahiku. Ya bukan memarahi sih, lebih tepatnya 'terlalu sering menasihati' sampai2 ingin tuli saja rasanya. yaa walaupun tidak menyakiti secara fisik, tapi tetap saja itu membuatku jengkel padanya. Dan perlahan mendatangkan kebencian dalam diriku pada sosok perempuan yang kupanggil 'ibu' itu.


hingga sesuatu menghapus pemikiranku sekaligus kebencianku pada perempuan setengah baya itu..
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Bu, Maaf a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#961inspirasi
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Still The Same cover
Sea Gentala (Tamat) ✔️ cover
PULANG  [COMPLETE] cover
AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT) cover
BIANANTA cover
JAGA MALAM [Wattys 2018 Winner] cover
cinta yang akan menghampiri kita cover
Your My Brother cover
INTAN (Cerita Pendek - End) cover

Still The Same

47 partes Concluida Contenido adulto

WARNING!! Adults Only! Terdapat banyak kata-kata kasar dan adegan kekerasan! Mohon bijaklah memilih bacaan. ** Ketika kau dikhianati oleh dua orang yang kau percaya sekaligus, orang yang dipercaya sebagai cinta pertamamu dan seseorang yang kau yakini sebagai cinta terakhirmu. Ketika aku yakin cinta adalah hal yang paling sempurna di dunia karena menghadirkan keluarga bahagia untukku dan adikku. Tapi kenyataan menamparku dengan keras saat tahu pria yang paling aku cintai dan hormati yang seharusnya ku panggil ayah memilih wanita lain dan meninggalkan ibuku, aku dan adikku dalam kehancuran. Kami dikhianati dan dibohongi. Dan ketika semua itu belum cukup menghancurkanku. Seorang lagi yang aku anggap akan ada di sampingku selamanya dan menopangku juga melakukan hal yang sama. Dia memilih bersama anak wanita penghancur rumah tangga orang tuaku, dan meninggalkanku. Di sana lah aku merasa asing dan melihat dunia seperti bahagia berperang menghianatiku. Yang ku tahu setelahnya tidak ada yang namanya cinta, itu hanya ilusi yang diciptakan manusia untuk menciptakan dunia penuh sandiwara. Kenyataan hanya obsesi dan napsu yang berkuasa. Kalau pun cinta ada, itu hanya dimiliki oleh mereka yang lemah. Dan, Aku? aku memilih untuk tidak menjadi lemah.