Love to Life.

Love to Life.

  • WpView
    Reads 217
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 23, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Ini bukan novel. Hanya berisi cerita-cerita pendek. Setiap part adalah cerita yang berbeda. Hidup tak selamanya tentang bahagia. Masih ada kesedihan, penyesalan, penantian. Terkadang kita harus menjalani berbagai macam kepahitan agar bisa bahagia. Menguji kesabaran, menguji ketabahan. Hanya saja sebagian dari kita dengan iklas menjalaninya. Namun sebagian lagi lebih suka menyalahkan takdir. Sebenarnya, siapakah yang salah? Sekedar bahagia saja tak cukup. Sekedar mencintai saja tak cukup. Kehidupan itu harus seimbang. Ketika kau menyayangi seseorang, kau juga berhak untuk merasa disayang. Ketika kau mencintai seseorang, kau juga berhak merasa dicintai. Ketika kau berjuang untuk mendapat pengakuan orang lain, orang lain juga harus berjuang untuk mendapatkan pengakuanmu. Itulah hidup.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Goresan Hati (Terbit)
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]
  • Pasangan Halalmu (END)√
  • Istri Cadangan
  • Aku Salah Memaknai Cinta
  • (Bukan) Keluarga
  • PRACILLIYA. ✔
  • Delayed happiness
  • Satu Senja Terlambat
  • Our Journey To Love

Setiap orang punya porsi kebahagiaannya masing-masing. Katanya, kebahagiaan akan menghampiri setelah badai datang menerjang diri. Pada akhirnya akan bahagia meski banyak proses yang dilalui. Tapi aku merasa porsi kebahagiaanku tidak sesuai. Mungkin hanya seperempat bagiannya aku merasakan bahagia. Setelah itu, Dia mencabut semuanya hingga menyisakan rasa pahit yang teramat dalam. Terlalu dalam hingga rasanya sulit untuk naik ke permukaan. Kebahagiaan mungkin dirasakan oleh semua orang, tapi tidak untukku. Terlalu banyak goresan-goresan yang melukai, kepingan rasa sakit yang setiap saat menghantui dan ntah kapan akan terobati. Dan ketika aku merasakan rasa bahagia meski sedikit, Dia lantas mengambilnya. Pertanyaanku satu. Tuhan ... apa memang aku tidak pantas untuk bahagia? Catatan: Sebagian part sudah dihapus, pemesanan novelnya bisa menghubungi nomor 082368912973. Barakallahu fiik 🌼

More details
WpActionLinkContent Guidelines