Jejak Warna Athellia

Jejak Warna Athellia

  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 29, 2016
Kehidupan terasa berbeda saat orang yang kita cintai pergi tanpa pamit. "Keputusan terberat gue adalah saat tau takdir mempertemukan gue dengan lo. Dan saat itu gue menyesal mengaggap lo sebagai orang yang terlalu spesial untuk gue." -Athallia "Mencintai lo berat. Tapi apa lo pernah berfikir kalo gue mencintai lo karena Tuhan dan hati gue? Gue bersyukur bisa bertemu dengan lo. Lo yang berhasil buat gue sadar kalo cewek engga selemah yang gue fikir. Semampu gue untuk menjadi orang spesial untuk lo setelah martabak Thal." -Levo Pertemuan takdir yang mengharuskan untuk menemukan sebuah kejutan yang tidak pernah diduga dan diperkirakan. "Mencintaimu adalah tugasku. Membuatmu bahagia adalah kewajibanku. Tunggu saat aku datang kepadamu untuk memintamu menjadi pendampingku saat kita bertemu orang tuamu." -Levo
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Jejak (novel teaser)
  • enigma boy
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • ADEUS
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • He Is My Love
  • save me
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)

Katanya, kadang untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan perlu dibantu oleh orang lain... "Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu..." ...Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat, "Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras..." Tapi bukankah, kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri? "Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain.Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti." Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan? "Gue pengen memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengen punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than I do?" Ini adalah bagian akhir dari kisah klasik di antara empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apapun yang mampu menghapusnya begitu saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines