Hujan [4/4 END]

Hujan [4/4 END]

  • WpView
    Membaca 440
  • WpVote
    Vote 53
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadLengkap Min, Okt 9, 2016
WpInfo
Fiksi
Romansa
Aku dahulu begitu menanti hujan, hingga akhirnya hujan membuatku merasa begitu sakit. Hingga menatap hujan membuatku frustasi. Apakah salah bila aku mencintainya? Jika cinta tak melihat usia lalu kenapa, mengapa cinta ini menjadi begitu menyakitkan untukku? Apa salahnya bila aku mencintai orang yang lebih dewasa dariku? Lalu mengapa justru penolakan dengan alasan yang tak masuk logika yang kudapatkan? Tolong jawablah, tolong. Aku membutuhkan penjelasanmu. Aku membutuhkan dirimu. Aku menginginkan dirimu, lebih dari aku menginginkan apa pun di dunia ini.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#59
penolakan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Eliinaa
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Memorable
  • Ilusi
  • SalFlo
  • Memories in Moon
  • Bulan [End]
  • Shorts Story
  • Become an Extra or Main Character [END]
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan