With You, Mr. Bastard

With You, Mr. Bastard

  • WpView
    Reads 916
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 11, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
♥ Jillian ♥ "Shit, Jill. Padahal kau tidak makan dengan benar tadi." Umpatnya pelan. Sebenarnya aku tidak terlalu paham apa yang dikatakannya, tapi aku suka suaranya. Aku juga suka tangannya yang bergerak dengan lembut menyampirkan helaian rambutku ke belakang telinga. Aku suka warna dark brown rambutnya yang dipotong undercut. Terlihat rapi. Dan tanganku terasa gatal ingin mengacak-acaknya. Aku suka mata abu-abunya, begitu tajam saat menatapku. Bibirnya yang saat ini hanya beberapa inchi dari jangkauan bibirku, terlihat penuh dengan warna merah muda alami. God, bolehkah aku mencicipinya? *** ♥ Cavin ♥ Berjalan beberapa langkah, aku sudah berada di ruang menontonku. Dan seketika kakiku tersandung pinggiran karpet saat mendapati pemandangan di atas sofa. Jill di sana, tertelungkup dengan menggunakan kaus kebesarannya. Kepalanya mengarah ke layar LCD, kedua lengannya ia jadikan bantal. Matanya tertutup, dia tertidur. Kenapa dia suka sekali tidur telungkup sih? Aku memang biasa melihat Jill mengenakan kaus itu saat ia berkeliaran di sini. Itu salah satu kaus yang sengaja ia tinggal. Dalam keadaan normal-berdiri maksudku, kaus itu memiliki panjang beberapa inchi di atas lututnya. Tapi dalam posisinya sekarang, kaus itu bahkan tidak mampu menutupi paha bagian atasnya. Tipis sekali tepat di bawah lekukan pantatnya, dan dia tidak mengenakan celana pendek. Damn it. Aku bahkan bisa melihat celana dalam berendanya yang berwarna hitam. Jari kelingking kakiku ngilu, bagitu juga bagian 'lain'nya. "Cave? Kenapa kau mengumpat?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • Squirt JOB.
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • Love It's You [COMPLETED]
  • Dalam Dekapan Sang Malaikat
  • Jane [OPEN PO]
  • Friend's Diary I
  • Loving You
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Entertainer

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines