Gulungan Kertas Wasiat

Gulungan Kertas Wasiat

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 21, 2016
Penyesalan Michi yang mendalam karena pertengkaran yang terjadi tepat sebelum kematian ayahnya, membuat ia harus menuruti surat wasiat berpita merah. Tepat tiga tahun setelah kematian ayah, Michi harus pergi ke selatan gunung Bromo. Dalam surat wasiat tertulis ia akan menemukan segala jawaban keresahan hatinya disana. Termasuk bertemu kembali dengan sang ayah untuk mengobati kerinduan dan meminta maaf.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Yang Gelap Dan Kau Yang Bersinar (Selamatkan, Aku) [Seri Peri]
  • Surat Untukmu
  • Love Will Find The Way (COMPLETED)
  •  𝐅𝐈𝐗 𝐘𝐎𝐔: 𝐈𝐧 𝐭𝐡𝐞 𝐒𝐡𝐚𝐝𝐨𝐰𝐬 𝐨𝐟 𝐏𝐚𝐢𝐧(ᴊɢ)ᵉⁿᵈ ✔
  • Petualangan MOMO ke Istana Langit
  • My Way [Slow Up]
  • Revano or Rivano(END) Proses Revisi

"Dunia ini tidak adil" Begitulah apa yang dikatakan oleh orang yang merasa tidak beruntung dalam hidupnya dalam segi apapun. Termasuk dalam hal uang, kasih sayang, atau rupa yang dimiliki. Tak terkecuali Miko Hanahi. Seorang anak muda yang merasa kalau dia hanyalah orang yang harusnya tidak lahir karena selalu membawa kesialan terhadap siapapun termasuk ibunya yang sudah wafat karena kelahiran Miko di muka bumi ini. "Anak sial! Mati saja kau! Harusnya kau juga mati bersama ibumu! Tidak berguna! Ini semua gara-gara kau!" Makian dari ayahnya itu terdengar bersamaan dengan tendangan bertubi-tubi yang dia layangkan pada tubuh mungil Miko. Pasrah. Hanya itu yang bisa Miko lakukan saat ayahnya melakukan itu. Hingga, suatu hari. Ketika dia sudah merasa muak. Miko mencoba mengakhiri hidupnya dengan berdiri di tengah jalan raya yang terdapat mobil tengah berlalu lalang. Tak ada yang ingin dia harapkan selain mati tertabrak mobil dan menghilang dari dunia. Tapi, tanpa dia sadari. Sebuah tangan menarik dirinya dan membuat dia tersadar. Anak laki-laki itu mencoba menenangkan Miko dan memeluk hangat dirinya. Meski Miko bisa melihat wajah panik anak itu, dia terlihat tak terlalu memperdulikan dirinya dan malah sibuk menenangkan Miko yang tanpa sadar langsung menangis sesenggukan. Untuk pertama kalinya dia menunjukkan emosi yang dia tahan selama ini di depan anak laki-laki yang memperkenalkan dirinya sebagai Ryuugen. Semenjak saat itu, mereka berdua memutuskan untuk berteman. Miko yang punya teman sebaik Ryuugen bertekad untuk bangkit dan memulai hidup baru. Meski merasa trauma akan masa lalu, ketika dia melihat wajah ceria dan antusias Ryuugen menyambut dirinya. Miko merasa baik-baik saja. Dia kini punya alasan untuk hidup karena ada seorang teman baik disisinya. Namun, seiring berjalannya waktu. Sifat iri Miko mendominasi tak kala dia melihat keluarga bahagia yang dimiliki Ryuugen. Sifat inilah yang menjadikan hubungan pertemanan murni itu menjadi racun yang mematikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines