Sabit dan Bintang [Sabit]

Sabit dan Bintang [Sabit]

  • WpView
    Reads 639
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 24, 2016
Ini cerita klise. Bukan cerita tentang Bulan Sabit dan Bintang yang menghias langit malam, bukan cerita tentang segala benda yang terdapat di atas langit. Ini hanya satu cerita. Dimana seorang Bintang Januar Rakayana yang bertemu dengan Sabit Nadhiva Artamanggala. Keterlambatan mereka saat datang ke sekolah membuat pertemuan yang tidak diinginkan itu berbuntut panjang. Sabit benci Bintang, Bintang juga sama. Sampai-sampai mereka pernah saling mencaci sambil melontarkan ejekan maut. Sabit bahkan pernah merusak kacamata Bintang sampai patah. Dan Bintang cuma bisa balas dendam dengan mematahkan lipstik mahal punya Sabit. Dan di balik semua itu, mereka memiliki kesamaan. Layaknya Bulan Sabit dan Bintang yang sama-sama hadir di malam hari dan menyimpan setitik cahaya, Sabit dan Bintang juga menyimpan sesuatu. Dan itu adalah; luka. Copyright 2016 collaboration @badgal97 @tatasw
All Rights Reserved
#141
collab
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lintang Laksana (SEGERA TERBIT)
  • Home?
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • Angkasa
  • Antara Bulan & Langit
  • BINTANG AKSENA (End) ✓
  • Gerhana Berlian [New Version] ✔️
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • 𝐁𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐭𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭

Kata orang, kembar itu sama, tak ada yang berbeda. Baik itu bentuk wajah, sifat, semuanya identik. Namun, itu tak berlaku untuk Lintang dan Laksana. Mereka bagaikan laut dan langit-dua alam yang tampak berdekatan, namun tak pernah benar-benar bersatu. Lintang adalah langit penuh badai, dan petir. anak nakal yang tak segan mengangkat tangan demi harga diri. Ia dingin, sulit dijangkau. Sementara Laksana adalah laut yang damai, penuh ketenangan. Ia tak pernah membenci meski berkali-kali dilukai, bahkan oleh saudaranya sendiri. Laut itu tenang, tapi dibawah nya menyimpan pusaran yang bisa menelan siapapun. Dilangit tak selalu ada petir dan badai, bahkan dibalik kelamnya langit, akan ada matahari yang membuatnya indah. Mereka jatuh pada sosok yang sama-Zahara. Gadis yang menganggap Laksana sebagai satu-satunya cahaya, tanpa tahu bahwa bunga yang ia terima diam-diam, selalu datang dari Lintang. Ini adalah kisah tentang cinta yang tak diucapkan, tentang luka yang tak disembuhkan, dan tentang dua hati yang mencintai dari tempat yang berbeda. "Laut mencintai langit, bahkan saat langit tak pernah menoleh ke bawah."

More details
WpActionLinkContent Guidelines