Luka Yang Kurindu (EDITING)

Luka Yang Kurindu (EDITING)

  • WpView
    Reads 465,383
  • WpVote
    Votes 11,387
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 19, 2018
"Aku ini istri mu" "aku tidak menganggap nya begitu" "aku capek kak" "terserah kau saja" ...... pemain yang hebat. disaat aku bersusah payah membesarkan anak kita. kau malah asik bermain dengan jalang sialan mu itu. aku berusaha menjadi istri yang baik untuk mu, membimbing anak kita sebaik mungkin, membesarkan anak itu tanpa didampingi oleh mu menjadi pelajaran tersendiri bagiku, menjadi seorang ibu sekaligus ayah untuk anak kita. ~~ Olivia Aidina Mahendra ~~ cinta? aku tidak mengerti cinta sebenarnya. yang ku tau, aku bersenang-senang semau ku. entah berapa wanita yang sudah ku sakiti. terutama istri ku. aku dulu mencintai nya. tapi sekarang dia sangat membosankan, memaksa ku untuk menjadi pemain wanita namun tidak pernah serius dengan wanita mana pun. "dasar Jalang!!! kau tidak bisa memberiku anak!! " "kamu sadar nggak kak, apa yang barusan kamu katakan?" "aku tidak mau bertemu dengan mu" "aku ingin bicara satu hal" "DIAM !!! Jangan bicara apa pun". "oke aku akan diam. diam dalam hal apa pun" istri ku sangat sabar menghadapi ku. tapi entah kenapa aku tidak bisa bersabar jika dekat dengan nya. ~~ Alberth Mourthque Firbucht ~~
All Rights Reserved
#414
al
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Disguise... [END]
  • Terima kasih dan maaf
  • Where's Home
  • Cinta Dan Lukanya
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • Silent, Please! (Re-up)

[Cerita kedua yang Saki buat di Wattpad, tahun 2014, masih sangat belajar waktu itu. Maka dari itu maaf kalau alay dan gaje. Manusia hidup nggak langsung dewasa, kan?] 😂😂😂 "Jangan sampai lo jatuh cinta sama gue." Zia menoleh tidak percaya, menghadap Ardi yang kini asik duduk santai di tempat tidurnya. "Hah! Tenang saja! Gue nggak akan jatuh cinta sama lo, kok! Idih kepedean banget sih jadi orang?" Cibir Zia kesal. Kok bisa-bisanya ada mahluk sepercaya diri itu. "Bukan gitu, makanya kalau orang lagi ngomong dengerin dulu sampe selesai. Maksud gue, gue nggak akan bilang hal kayak yang tadi gue bilang itu. Gue nggak bakal ngelarang lo jatuh cinta sama gue. Ya secara gitu banyak cewek di luar sana yang ngelihat gue aja mereka langsung jatuh cinta. Masa iya gue ngelarang istri gue sendiri jatuh cinta sama gue, ya nggak? Jadi kalau lo cinta sama gue duluan bilang aja, mungkin bakal gue pertimbangkan..." Timpal pria itu tanpa beban. Reaksi Zia? Jangan ditanya, gadis itu sudah memutar bola mata malas dan hampir muntah karena muak mendengarnya. Ya Tuhanku... boleh nggak sih Zia lempar sisir yang ada di tangannya itu ke mulut lawan bicaranya? Kok ada sih spesies macam ini, jadi suami Zia pula. Entah harus punya kesabaran sampe mana untuk menghadapi mahluk macam dia. Cerita lengkap bisa dibaca di applikasi KUBACA, bisa cari akun sa_saki di sana. Thank you :D Published Januari 2014

More details
WpActionLinkContent Guidelines