Luka Yang Kurindu (EDITING)

Luka Yang Kurindu (EDITING)

  • WpView
    Reads 465,464
  • WpVote
    Votes 11,387
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 19, 2018
"Aku ini istri mu" "aku tidak menganggap nya begitu" "aku capek kak" "terserah kau saja" ...... pemain yang hebat. disaat aku bersusah payah membesarkan anak kita. kau malah asik bermain dengan jalang sialan mu itu. aku berusaha menjadi istri yang baik untuk mu, membimbing anak kita sebaik mungkin, membesarkan anak itu tanpa didampingi oleh mu menjadi pelajaran tersendiri bagiku, menjadi seorang ibu sekaligus ayah untuk anak kita. ~~ Olivia Aidina Mahendra ~~ cinta? aku tidak mengerti cinta sebenarnya. yang ku tau, aku bersenang-senang semau ku. entah berapa wanita yang sudah ku sakiti. terutama istri ku. aku dulu mencintai nya. tapi sekarang dia sangat membosankan, memaksa ku untuk menjadi pemain wanita namun tidak pernah serius dengan wanita mana pun. "dasar Jalang!!! kau tidak bisa memberiku anak!! " "kamu sadar nggak kak, apa yang barusan kamu katakan?" "aku tidak mau bertemu dengan mu" "aku ingin bicara satu hal" "DIAM !!! Jangan bicara apa pun". "oke aku akan diam. diam dalam hal apa pun" istri ku sangat sabar menghadapi ku. tapi entah kenapa aku tidak bisa bersabar jika dekat dengan nya. ~~ Alberth Mourthque Firbucht ~~
All Rights Reserved
#19
ramaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dan Lukanya
  • Bad Papa
  • Become Baby Boy✓
  • BUNGKAM
  • Where's Home
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • Albel

"Genggam cinta ini dan hempaskan semua dendam itu, karena cinta tak mungkin tumbuh, jika rasa dendam yang tersisa masih begitu dalam." ° ° ° ° "Kamu sakit apa? Ngomong dong mas, cerita. Selama kita nikah kamu gak pernah cerita kehidupan kamu sedikitpun ke aku, kenapa sih? Aku ini istri kamu loh," ucap wanita paruh baya, yang kini sudah tak mampu lagi untuk menahan air mata karena terlalu khawatir dengan kondisi lelakinya "Tapi saya gak pernah menganggap itu. Dan saya akan cerita ditempat yang menurut saya aman, dirumah yang bila mana saya berada didalamnya akan terus merasa nyaman. Dan itu....." "Dan itu pastinya bukan aku," potong wanitanya, pada seorang yang sedari tadi memberi tatapan elang padanya Wanita yang selalu terlihat tegar dihadapan siapapun itu. Kini, runtuh. Saat mendengar perkataan yang baru saja lelakinya lontarkan, bahwasanya tidak mengganggap dirinya sebagai seorang istri. Lelaki yang selama ini selalu ia kasihi penuh, dengan akar cintanya yang setiap waktu tidak berhenti tumbuh, namun seperti itu balasan yang diberikan. Kini terlambat, berat untuk beranjak lebih jauh. Ia sudah terlalu dalam, karena baginya lelaki tersebut bukan hanya belahan raga maupun jiwanya. Tapi juga, jika dia harus kehilangan seluruh tetes darahnya demi lelaki itu, maka dia bisa memastikan tidak akan muncul rasa penyesalan nantinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines