GX-INA 2150

GX-INA 2150

  • WpView
    Reads 9,489
  • WpVote
    Votes 957
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 25, 2016
Matahari kehilangan sebagian fungsinya. Bumi, berada di ambang kehancuran. Kiamat, katanya. Tidak, kiamat tidak akan terjadi. Teknologi ternyata menyelamatkan para penduduk bumi. Tuhan masih memberikan kesempatan bagi para manusia agar kesalahan terdahulu dapat diperbaiki. 2150. Indonesia, seluruh dunia, berpicu dalam pencarian energi pengganti matahari. Setiap negara, harus menemukan energinya sendiri. Jika tidak, matilah negara itu. Mati membeku. Bahkan, bakteri pun tidak bisa hidup disana. Tuhan memberkati Indonesia. Mereka mendapat keselamatan. Terimakasih semesta. Kini, ancaman Indonesia bukanlah stabilitas alam lagi. Tetapi, mereka si serakah dari negeri tetangga. Selamat datang GX di Indonesia. "Maaf, tapi Indonesia lebih penting ketimbang dirimu." - Angkasa. "Tapi bagiku, kau dan Indonesia sama pentingnya." - Jingga.
All Rights Reserved
#58
nasionalisme
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Spaceship Universe
  • AYAH NATO? [END]
  • Ananta Bandhana
  • Creatures Mythology: The Rise of Thunder Bird (COMPLETED)
  • Jejak: 31 Hari (Tamat)
  • EXO from EXO Planet (COMPELETE)
  • The Bride Of Olympus [Sudah Terbit]
  • Seventeen Gs    [ Blood Crystal ]
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]
  • The Bodyguard Hero

[On-Going] Ini semua bukanlah permulaan, tapi juga bukan akhir. Kita tak berada di masa lalu, bukan pula di masa depan. Baginya, segalanya hanyalah skenario yang sudah ditulis dan tak bisa diubah. Imam, seorang pemuda Indonesia, memulai karirnya sebagai kapten Spaceship Universe, pesawat luar angkasa terbesar yang pernah diciptakan manusia. Misinya sederhana: menjelajahi semesta dan menemukan dunia baru. Namun, tak butuh waktu lama hingga ia menyadari... ini bukan sekadar misi eksplorasi. "Kau masih buta akan kebenaran ini?" Sinyal aneh muncul. Anomali gravitasi mengguncang pesawat. Sosok tak dikenal mulai berbisik di kegelapan. Sedikit demi sedikit, batas antara kenyataan dan ilusi menghilang, menyeret Imam ke dalam misteri yang lebih dalam dari apa pun yang pernah ia bayangkan, rahasia semesta yang seharusnya terkubur selamanya... mulai terungkap. "Sial... ada apa dengan semesta ini?" Pertanyaan itu menggema, namun jawabannya jauh lebih mengerikan dari yang pernah ia bayangkan. Ini hanya eksplorasi... ataukah takdir yang telah menunggunya sejak awal?

More details
WpActionLinkContent Guidelines