Sepasang Kaus Kaki Hitam

Sepasang Kaus Kaki Hitam

  • WpView
    Reads 426
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 13, 2016
Bagi anda penghuni sub forum Stories From The Heart (SFTH) di Kaskus pasti sudah tidak asing dengan cerita karya pujangga.lama ini, Sebuah kisah fenomenal Sepasang Kaos Kaki Hitam ( SK2H ) by pujangga.lama PERNAHKAH di suatu pagi yg cerah kalian duduk berselimutkan cahaya mentari, ditemani secangkir teh hangat tawar, lalu mendadak saja teh yg kalian minum terasa manis? Gw pernah. Dan kalian tahu? Kadang kenangan itu seperti asap tipis yg menguap dari cangkir teh . Dia nyaris tak terlihat, sangat sulit untuk ditangkap, tapi kita tetap bisa merasakan kehangatannya. Bahkan saat dia terurai bersama angin musim gugur yg meniupkan helai demi helai daun momiji dari pucuk merahnya. Terimakasih pada angka sembilan dalam kalender yg menjadi awal dari kisah panjang ini... Ariadi Ginting a.k.a pujangga.lama @pudjanggalama
All Rights Reserved
#78
reborn
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • TVSL - The Villainess's Second Life
  • SECRET Of The HEART (Tersedia Versi Cetak)
  • Icy Eyes
  • Giona: Second Lead My Husband
  • C L O S E R . [REVISI]
  • [END] Lemon Girl
  • Second Hearts
  • MEMORIA (COMPLETE)
  • Unforgettable Serenade [Phasa]

Seratus Meter dari Hatimu Dulu, kupikir jarak paling rumit adalah antara dua kota. Antara kampung halaman dan ibu kota. Antara kenyamanan yang kutinggalkan dan dunia baru yang sedang kucoba taklukkan. Tapi ternyata, jarak yang paling sulit bukan soal kilometer atau waktu tempuh. Jarak paling rumit adalah seratus meter dari hatimu-tempat aku berdiri, tapi tak pernah benar-benar kau sadari. Segalanya berawal biasa saja: kos baru, teman sekamar yang bawel tapi hangat, lingkaran pertemanan yang mengisi hariku dengan tawa, tugas, kopi sachet, dan obrolan tengah malam. Aku merasa cukup. Nyaman. Aman. Hingga seseorang hadir dengan caranya yang tak terduga. Terkadang ceplas-ceplos, kadang diam dan terlihat jauh. Dia bukan tokoh utama di hidupku, bukan pula pangeran dalam kisah dongeng. Tapi entah kenapa, perhatian kecilnya terasa seperti rumah dalam keriuhan kota. Sayangnya, tak semua rasa harus tumbuh. Dan tak semua perhatian berarti istimewa. Ini kisahku, Caca. Seorang mahasiswi yang mencoba bertahan di antara tumpukan tugas, tawa tongkrongan, dan teka-teki bernama Arvin. Ini tentang dua circle pertemanan, dua sisi dunia, dan satu rasa yang pelan-pelan ingin ku bungkam. Karena terkadang, menyukai seseorang tak harus dimiliki. Cukup dilihat dari kejauhan-seratus meter, atau bahkan lebih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines