Kalverino & Audrey

Kalverino & Audrey

  • WpView
    Reads 170
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 20, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Bibir tipis pria kecil itu mengembang "Aku menang Mr, kurasa uang ini miliku sekarang!" Ucapnya disertai senyum meremehkan yang membuat Verino menatapnya tajam. Pria kecil itu baru akan beranjak, tapi langkahnya terhenti saat setelah pria itu merasa ada sebuah benda yang menyentuh rambut belakangnya. Dengan ragu pria kecil itu berbalik, tapi matanya langsung berhadapan dengan moncong pistol membuat matanya seketika membulat. "Kau pikir bisa pergi semudah itu?, ayo bermain satu kali lagi, atau sebuah peluru akan bersarang di otakmu!"
All Rights Reserved
#16
aldut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Acrylic Criminal
  • crazy and crazy
  • Berbisik Padamu ✓
  • Meniduri Wanita Lain [END]
  • Sweet Combat
  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • ME & HIM ARE DIFFERENT
  • Ardi & Ara [End]
  • Way Back Home
  • Ku Kira Kita Searah

"Hey kurang ajar!" Gadis itu berteriak kesal lantaran dia tiba-tiba saja di kurung didalam ruangan jelek ini, hanya karena tidak sengaja melihat aksi baku tembak di depan matanya Ruby Vexly, gadis berusia 23 tahun. adalah seorang pelukis yang cukup terkenal dengan mahakarya-mahakaryanya yang indah. suatu hari, Ruby menerima telepon oleh nomor tak dikenal. suara pria asing menyapanya dan memintanya melukis tuannya yang bernama Lucas Alvelric Salvatore, dengan imbalan uang sebesar 800 juta rupiah Ruby, yang sangat mencintai uang, tanapa pikir panjang langsung menyetujui tawaran itu. Namun, naas. Saat hendak kembali pulang ke apartemennya, Ruby tanpa sengaja menyaksikan aksi tembak-menembak antara Lucas dan penyusup yang dengan lancang menerobos masuk ke dalam mansion pria itu. Masih dalam keadaan syok, Ruby tak sempat lari Lucas pun langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengurung Ruby di dalam ruang pengap. Ia beralasan bahwa Ruby bisa saja melaporkan kejadian itu kepada polisi. jadi satu-satunya pilihan menurutnya adalah menahan Ruby untuk sementara -------------------------------------- "Tuan tampan, aku berjanji tidak akan memberitahu siapa pun tentang kejadian itu...." Ruby mencoba menggoda Lucas, berharap bisa keluar dari sana. Lucas tersenyum. Tapi bukan senyum menawan-melainkan senyum yang mengerikan, cukup untuk membuat seluruh bulu kuduk Ruby berdiri. "tidak. Aku tidak akan pernah melepaskan pelukis kecil ini." *********** Mulai Menulis:01 Mei 2025 Selesai:(?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines