WAIT - Ketika Waktu Bicara
  • Reads 210
  • Votes 9
  • Parts 5
  • Reads 210
  • Votes 9
  • Parts 5
Complete, First published Oct 13, 2016
Aku manusia realistis yang berharap semua berjalan dengan praktis dan efisien tanpa embel-embel membuang waktu. Aku penganut motto "time is money" dan percaya penuh bahwa waktu diciptakan untuk bekerja.

Begitu, sampai akhirnya aku bertemu seseorang.

"Seseorang" ini bukanlah orang yang kukenal. Hanya seorang gadis yang selalu kudapati tengah duduk di bangku paling ujung halte Harmoni. Selalu sendiri. Selalu menggenggam jam saku perak berantai. Selalu memasang satu earphone di sebelah telinga. Selalu tercenung sambil sesekali membuka jam sakunya, barangkali menilik waktu, lalu memanjangkan leher demi melihat ke luar halte, arah busway datang.

Menunggu busway-kah?
Tidak.
Aku tahu persis itu.

-Lucas-
All Rights Reserved
Sign up to add WAIT - Ketika Waktu Bicara to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Castle In The Sky cover
Merrily Marry Me cover
TIED cover
Take You Out cover
this is what it feels like || tiwifl cover
Crush cover
Fun Facts OneDirection cover
Transmigrasi Seksi Bumil  cover
GAVIN 21+ cover

Castle In The Sky

11 parts Ongoing

"Most of the good dreams are too good to be true." ***************** Kisah Kedua dari Fated Rivals Aurora Ranajaya is a spoiled little princess. Sebagai putri tunggal dalam Keluarga Ranajaya, semua permintaan Rora terdengar sebagai sebuah titah yang wajib dipenuhi. Bagaimana jika suatu hari dia tiba-tiba menemukan sesuatu yang tidak bisa dia dapatkan? Dia tidak tahu kalau rasa penasaran itu akhirnya berhasil dia rasakan setelah bertemu Elias Maheswara, sosok laki-laki yang selalu dianggap beruntung. Beruntung karena dia pintar dan bisa bekerja di perusahaan besar dengan status sosial yang dia miliki. Dia selalu beranggapan bahwa keberuntungan akan datang jika dia bekerja cukup keras. Tapi dia tidak mengerti kenapa kesialan bisa tiba-tiba datang ke hidupnya. Apa benar kalau semua keberuntungan bisa habis?