Jinki telah menyiapkan bunga yang ditanam dan ditata sehingga membentuk namaku, Goo Minji. Indah sekali. Ini adalah hadiah terindah yang jinki berikan kepadaku. "Kau menyukainya, jagiya?" katanya masih memelukku. "Ne tentu saja. Jeongmal gomawo." kataku padanya. "aku yang harus berterima kasih." "Anni. kau sudah mau menemaniku 2 tahun ini. Gomawo jagi." tiba-tiba jinki meneteskan air mata. "mungkin ini terakhir kali aku menemuimu. Terima kasih atas 2 tahunnya. aku akan melupakanmu. "Panggil saja Minho-ya." katanya seraya lagi-lagi tersenyum. Kali ini aku benar-benar terpesona dengannya. Ternyata Minho yang kukira begitu dingin bisa tersenyum hangat kepadaku. "Jangan meremehkan penyakit seperti itu." "Ne. Aku sudah mengubungi eommonim dan aboeji, tapi sayangnya mereka sedang pergi ke Taiwan. Mereka akan segera kesini jika mereka kembali. Mereka sangat sibuk." jelas Minho panjang lebar. Minho tertawa. Baru kali ini juga aku benar-benar melihatnya tertawa. "Ya! Kenapa?" kataku pada Minho yang masih tertawa. "Sebegitu dinginnyakah aku selama ini?" tanyanya polos. Tentu saja jawabannya adalah YA!"
More details