The Violin [3/5]

The Violin [3/5]

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 8, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Dan baru ketiga kalinya gue berani buat, yah lo tahu lah! Dan itupun lo ngira gue sebagai penguntit lah, perampok lah! Dan hari itu juga gue bersyukur bisa kenalan sama cewek baik kaya lo Vio!" hhh! Rasanya jantungku mau copot. Tapi, dengan begini aku merasa lega. Aku meraih kedua tangan mungil Vio. Ia masih tidak berkata apa-apa. Wajahnya pun masih terlihat bingung. "Jadi, Violina.. Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu sejak pertama aku ngelihat kamu. So, would you be mine?" Halo... Aku balik dengan cerita pendek yang absurd ini, hoho! Mau tahu kelanjutan Jeremy sama Violina, pengamen biola? Baca yuk, kasih feedback juga ya.. Xoxo,
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • possessive Alejandro
  • Soal Rasa 2
  • Best Friend To be Boyfriend -pjm ✔
  • MY BOS IS MY (HUSBAND)-(YIZHAN) (END)✔️
  • Ku Kira Kita Searah
  • Katanya Jadi Anak Terakhir Enak - WOONHAK [Terinspirasi dari kisah nyata]
  • You Don't Know Me
  • Our Love
  • Obsession (End)

Jadilah pembaca yang bijak, yang memahami dan menghargai setiap tetes keringat dan usaha di balik sebuah karya! ____________________________________________ 𝐖𝐚𝐫𝐧𝐢𝐧𝐠 ⚠️ ᵈᵃˡᵃᵐ ᵐᵃˢᵃ ʳᵉᵛⁱˢⁱ! ____________________________________________ Seperti seekor kelinci yang tak tahu bahaya, Miciella Castiel hidup dengan ketenangan yang rapuh. Namun, bayangan gelap selalu mengintai-seorang pria yang lebih berbahaya dari pada apapun yang bisa ia bayangkan. Alejandro Vicent, seorang psychopath dengan obsesi tak terkontrol, telah menargetkan satu-satunya wanita yang bisa menguasai seluruh dunianya. Tak ada yang bisa menghalanginya, bahkan jika itu berarti merengut nyawa siapa saja yang berani mendekati Miciella. Alejandro tidak tahu kata meyerah. Kepemilikan adalah segelanga baginya. *** "Kau pikir bisa lari dariku, El?" Bisik Alejandro, suaranya serak dan penuh ancaman, sementara tangannya mencengkram pinggang Miciella begitu kuat, membuatnya kesakitan. "Tidak semudah itu, honey. Kau akan selalu menjadi milikku." Dengan setiap kata, ia semakin mengikat gadis itu dalam cengkraman obsesinya yang semakin dalam. "You are mine!" *** Akankah Miciella mampu bertahan dengan kekejaman dan pengendalian Alejandro? Atau akankah ia menemukan jalan untuk membebaskan diri dari pria yang menganggapnya sebagai propeti?

More details
WpActionLinkContent Guidelines