Story cover for Alone Elyn by PeppermintSweet
Alone Elyn
  • WpView
    Reads 103
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 103
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Oct 13, 2016
Evelyn Mariana Kirei, atau yang lebih sering dipanggil Elyn adalah seorang gadis berumur 12 tahun yang selalu dijauhi oleh temannya. Sampai suatu hari, Lizie datang dan menolongnya.

Lizie adalah teman dekat pertama Elyn. Dia pindah dari Chicago ke New York karena pekerjaan ayahnya. Ketika berada di samping Lizie, hidupnya menjadi lebih berwarna. Teman-teman yang lainnya pun mulai tertarik untuk berteman dengan Elyn. 

Tetapi, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Kehidupannya mulai berubah setelah kepergian Lizie. Ikuti terus petualangan Elyn mencari teman hanya di ALONE ELYN
All Rights Reserved
Sign up to add Alone Elyn to your library and receive updates
or
#983ceritasedih
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak? cover
You Are Not Alone [ORINE] END cover
How Love Come to Us cover
PERJUANGANKU [ORINE] cover
A Scratch For Sanguinis [Orine] cover
tolong selalu temani erinee,yaa?? cover
Walk On Major cover
THE NAIAD (transmigrasi) {END} cover
ELENA (END) cover
48 FAMILY RESTAURANT ( JKT48 Gen 12 Fanfic) cover

Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?

8 parts Ongoing

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?