Hujan Kopi

Hujan Kopi

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 13, 2016
"Jika kau percaya dia cinta, seruputlah cinta yang terpampang dihadapanmu itu. Sebelum ia keburu dingin, dan semakin pahit."
All Rights Reserved
#474
kopi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kana (END)
  • Eureka!
  • Our Coffee (Completed)
  • Hujan ft cth
  • Mencintai dalam diam {Chikara}
  • DivRal (tamat)
  • Secret Love Song (COMPLETED)
  • Tox(shit)
  • KITA
  • Coffeealona

Arina baru saja keluar dari toko buku favoritnya, memeluk sebuah novel baru dengan sampul yang sederhana tapi memiliki cerita yang menarik. Ia buru-buru berjalan, berharap bisa sampai di halte sebelum hujan deras benar-benar turun. Tapi takdir berkata lain. Hujan turun sangat deras, memaksa Arina berhenti di bawah kanopi sebuah cafe yang baru saja buka beberapa minggu lalu. Arka yang ternyata membawa sebuah payung, tersenyum lebih lebar. "Kalau kamu mau, kita bisa berbagi payung. Halte tidak terlalu jauh dari sini." Arka membuka payungnya, menunggu Arina bergeser mendekat. Dalam perjalanan menuju halte, mereka berbagi obrolan. Tentang novel yang Arina pegang, tentang kopi favorit Arka , dan sedikit tentang hujan yang menjadi alasan pertemuan mereka. Arina tersenyum tipis, merasa bahwa mungkin, hujan deras sore ini bukanlah sesuatu yang buruk.

More details
WpActionLinkContent Guidelines