The Life After Rain

The Life After Rain

  • WpView
    MGA BUMASA 62
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Jan 30, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
-Arrabella- Kupikir hidupku akan mudah, hanya perlu belajar dengan giat, lulus dengan nilai baik dan hidup bahagia dengan suami dan anak-anakku. Tapi semuanya tak seperti yang kubayangkan sebelumnya. Sejak kematian kedua orang tuaku hidupku jadi berantakan. Masalah selalu datang silih berganti menghampiriku. -Arash- Gadis itu sungguh menarik. Entah apa yang ia lakukan, ia seperti memiliki magnet yang selalu menarikku. Ia mengingatkanku dengan gadis kecilku. Tidak, tidak, aku tidak boleh tertarik padanya. Aku harus menjauh darinya bagaimanapun caranya.
All Rights Reserved
#6
arrabella
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Matahari
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • ^Ourstory^
  • The Storm We Called Love
  • Karena Kamu Rumahnya
  • VIA-AMARA
  • Rendra & Lila [END]
  • [MTS 1] More Than Possessive [Sudah Terbit]
  • Dunia Naura
Matahari

Aditya Baskara benci ketika mengingat acara bunuh dirinya yang tak jadi karena dipergoki oleh seorang gadis cacat kaki bernama Arunika Ahana. Terlebih lagi dengan ucapan sarkas gadis lemah itu. Setelah kejadian itu, Arunika masuk ke dalam daftar jajaran orang yang harus Baskara jauhi. Tapi di kemudian hari, Baskara dengan tak ada harga dirinya malah memohon Arunika untuk memeluknya ketika astraphobia-nya kambuh. Baskara agaknya sudah semakin gila ketika tanpa sadar tiap malam ia selalu rindu akan pelukan Arunika. Sehaus kasih sayang itu kah dirinya? "Itu air buat gue, 'kan?" "Bukan. Ini buat Arvi." "Arvi?" Baskara tersenyum kesal, menatap tajam Arunika. Dia menunduk mensejajarkan kepalanya dengan Arunika dan membawa tangan gadis itu menyentuh rahangnya. "Yang butuh perhatian itu gue, bukan Si Ingusan itu." "Kamu-!" "Gue haus, Aru-haus kasih sayang lo." 23. 08. 2024 [ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman