A Husband for Ms.Wood

A Husband for Ms.Wood

  • WpView
    Reads 311
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 11, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Ah, nomor ponsel siapa itu, Ad?", tanya Anna penasaran sambil meraih tangan kanan Ad yang sedari tadi ia perhatikan. Tiba-tiba ada suara yang berat dari arah belakang. "Itu nomor ponselku." Serentak mereka menoleh ke arah suara. "Matthew", sapa Anna. "Kalian sudah saling kenal?", tanya Famela bingung . "Kami sudah melewatkan satu malam bersama, Bi." Ucap Matthew santai dengan senyuman miringnya. Ad yang mendengarpun terkejut dan bingung. Ia yakin wajahnya sekarang memerah seperti tomat. Mata abunya kini membulat penuh persis seperti mulutnya. Aku? One night stand-nya pria ini?, teriak batin Ad tak percaya. "Benarkah?" tanya Anna penasaran pada Ad. "E.. Entahlah." jawab Ad ragu yang juga bingung karena ia tak pernah bisa mengingat kejadian sebelum ia terbangun pagi itu. "Kau mungkin melupakannya, Ms. Wood. Tapi tidak denganku." ucap Matthew sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Marriage
  • Weird Wedding ✓
  • That's My Girl
  • [3] Bukan Pra Nikah ( Sudah Dibukukan )
  • Sweet RomanShit
  • Perder El Amor
  • Ketika Benci Menjadi Cinta
  • Trial & Error

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines