Bingkai
  • WpView
    Reads 1,299
  • WpVote
    Votes 101
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 29, 2016
Dari sekian banyak minat yang ada di dunia, Amar cuma jatuh hati pada satu: fotografi. Masuk ke jurusan kuliah yang berbau sastra pun bukan murni kehendaknya-cuma salah satu opsi yang dia estimasi bakal mampu untuk menjembatani hobinya itu di masa depan. Setelah kuliah ogah-ogahan karena takpunya motivasi yang jelas selama hampir setengah tahun, Amar berhasil menemukan alasannya untuk bertahan, yakni teman satu jurusannya sendiri. Sialnya, Amar rasa lambat laun dia mulai jatuh hati. Nah, sial kuadratnya, rasa-rasanya cuma dia yang merasakan sendiri. Oh, itu belum cukup-sial kubik, mereka berdua sama-sama laki-laki. ❏ Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, latar, dan alur cerita, itu hanya kebetulan semata. Selamat membaca.
All Rights Reserved
#82
homoseksual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cause Dare I Got Boyfriend
  • Moonstruck
  • Unforgettable, every second of it
  • Love Letters [END]
  • HEARTBEAT (boyxboy)
  • Fix, You! (completed)

'Cium cowok yang pertama kali tatapan sama lo di Festival Musik nanti!!' Terdengar tak masuk akal bukan? Orang waras mana yang mau melakukan dare tersebut? Tentu saja Ayra lah orangnya. Ia yang awalnya menolak mati-matian dare tersebut, kini kembali menerimanya hanya karena beberapa lembar foto berisi biasnya-Jung Jaehyun. Lalu, karena tak ingin memberikan ciumannya begitu saja pada orang yang tak ia kenal. Ayra membuat rencana dimana ia akan bertatapan dengan pemuda yang terlihat tampan dan gagah perkasa, serta menciumnya sekilas dan lekas pergi. Ayra memang menemukannya, bahkan berhasil melakukannya. Hanya saja, ia tak tahu jika pemuda yang ia cium merupakan Iblis sekolah mereka. Dan semenjak itu, kehidupan normalnya berubah menjadi malapetaka. "Selamat tinggal kehidupan normal gue, mari bertemu di tempat yang lebih baik lagi!" wasiat terakhir Ayra.

More details
WpActionLinkContent Guidelines