Love At First Aid

Love At First Aid

  • WpView
    Reads 1,341
  • WpVote
    Votes 203
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 23, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Cinta itu... Sama seperti saat melakukan pertolongan pertama. Sama-sama membutuhkan ketulusan, perngorbanan, resiko dan tanggung jawab. Jika salah satu komponennya hilang, maka tidak akan sempurna sebuah rasa cinta ataupun pertolongan pertama. ----------------------------------------------- Aira Zahra Madjendra Semenjak tragedi itu semuanya berubah. Mereka menjauhiku. Mengatakan aku si pembawa sial bagi keluargaku sendiri. Hingga sosok itu datang. Membawaku ke kehidupan yang berbeda dari yang sebelumnya. Dan tanpa kusadari dialah yang mengajarkanku cinta, ketulusan, dan perngorbanan dengan cara yang berbeda melalui pertolongan pertamanya. ~•~•~LOVE AT FIRST AID~•~•~
All Rights Reserved
#64
ketua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Imam Untuk ZAHRA [Sudah Revisi]
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Kembar Berbeda [TERBIT]
  • I LOVE YOU HANAFI [COMPLETED] (Karya Sudah Pindah Di Platform KUBACA & ICANNOVEL
  • SHETAN
  • IN THE END ✔
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines