Assalamu'alaikum Tik. Tik

Assalamu'alaikum Tik. Tik

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Mar 10, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Entah kebetulan ataupun intuisi. Banyak hal yang kutebak sempurna seperti mata panah yang berhasil menancap titik kecil ditengah papan panah. Namun ada satu hal yg tak ingin kutebak. Perasan. Iya. Aku selalu mengambil kesimpulanku sendiri tanpa tahu jawaban pasti. Yang jelas saat ini aku tak mau dengan kesimpulan harapan. Tidak. Perasaan ini itu urusanku. Tik. Tik. Masih rintik rintik. Dan bila itu deras. Aku tetap tidak membiarkan tubuhku menggigil kedinginan. payung yang akan membawaku membelah jalan bersama dengan hujan. Menikmati tetesan air yang mengalun dengan kodratnya. Meikmati ribuan air yang jatuh terpental atap. Menikmati genangan air memantulkan refleksi bayangan. Seperti itulah aku dalam hal ini. biar kutemukan persaanku dibalik pelangi yang menjuntai di langit biru
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rain Sound
  • Izinkan Aku Untuk Berubah
  • Zeyna's Life
  • if tomorrow is dead,what would you do?
  • Love in The Accident
  • Alena, Si Gadis Hujan
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • RAIN
  • Rainy Day
  • Pelangi Setelah Hujan

(Telah Diterbitkan) Aku bingung kenapa banyak orang yang menyukai hujan. Saat kutanya, sebagian dari mereka mengatakan bahwa hujan itu romantis, beberapa berkata bahwa hujan itu menyejukkan, yang lainnya mengungkapkan bahwa hujan membawa ketenangan. Ada juga yang bilang bahwa hujan membawa keluar semua kenangan yang lama tersimpan rapi di sudut hati setiap orang. Kau juga suka hujan. Dan alasanmu adalah favoritku. Kau bilang hujan adalah anugerah Yang Maha Kuasa. Tetes-tetes yang turun membawa pesan dari langit dan setiap butirnya menyampaikan pesan yang menunggu untuk diinterpretasikan oleh setiap manusia. Saat hujan turun, kau selalu mengamatinya. Berusaha memaknai suara yang ditimbulkan oleh berjuta tetes air yang menghantam bumi. Aku sedikit demi sedikit mulai memahami jalan pikiranmu. Juga mulai memaknai bunyi hujan yang turun. Tes. Tes. Tes. Dan karena kepahamanku akan jalan pikiranmu itulah-- Aku membenci hujan. Copyright © 2014 by vachaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines