COWOK PHOBIA

COWOK PHOBIA

  • WpView
    Leituras 3,784
  • WpVote
    Votos 177
  • WpPart
    Capítulos 18
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, out 16, 2016
WpInfo
Ficção
Romance
(Complete) "Astaga Mamah!!" Seruku tak percaya. Langsung ku dobrak pintu kamar Mamah hingga terbuka lebar. Ku lihat Mamah di dalam selimut dengan anak muda sebayaku. Bahkan anak muda itu aku sangat mengenalnya, dan dia sering ku lihat. "Brengsek kalian !!" Kataku marah. Dengan celana pendeknya dan bertelanjang dada Leon langsung bangun dari tempat tidur, wajahnya tetap terlihat santai tanpa ada rasa bersalah sedikitpun. "Rei apa-apaan sih kamu ini, masuk kamar Mamah enggak ketok dulu!" Mamah kaget menatapku sambil marah. Aku tetap diam tanpa berkomentar apa-apa dan tetap tertuju mengamati Mamah dan Leon. Rasa benci di hatiku makin memuncak, amarahku menggebu-gebu. Ku dekati Leon dan ku tinju sekuat tenaga wajahnya hingga darah mengalir dari ujung bibirnya.
Todos os Direitos Reservados
#306
indonesiamembaca
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • SWEET LOVE [ON GOING]
  • I PROMISE
  • BarraKilla
  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • All My Fault✔
  • Don't Leave Me (TAMAT)
  • COMPLICATED
  • FIZYA
  • about us and him ✔️
  • Mine [SELESAI] ✔

SWEET LOVE. . . Aku berjalan menunduk, menatap rumput yang sejak tadi ku tapaki tanpa alas kaki. Rasanya dingin karna masih ada sisa air hujan yang membasahi rumput-rumput itu. Langkahku terhenti, seseorang berdiri tepat di hadapanku. Aku mendongak, ku dapati wajah yang paling ku senangi. "Jalan liat ke depan, bukan nunduk," katanya sembari tersenyum ke arahku. "Karena aku tahu, kamu akan menghampiriku." jawabku Ku balas senyuman itu. "Ya benar. Aku akan selalu menghampirimu saat kamu melakukan hal yang akan membahayakan dirimu sendiri." Aku tersenyum lagi. "Perhatian sekali. Apakah kamu menyukaiku?" tanyaku dengan berani. Setelahnya aku mengutuki diri karena berani menanyakan hal paling gila padanya. "Butuh jawaban?" tanyanya. ⚠️ attention : - cerita ini masih dalam tahap pengerjaan jadi di mohon sabar - bahasa di dalam cerita ini tidak terlalu baku, jadi mohon maaf jika ada kesalahan bahasa - semua foto yang ada di dalam cerita ini juga diambil dari pin - di mohon jangan copy cerita ini ENJOY AND HAPPY READINGG!!

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo