My Faith

My Faith

  • WpView
    MGA BUMASA 995
  • WpVote
    Mga Boto 123
  • WpPart
    Mga Parte 21
WpMetadataReadOngoing2h 8m
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Jan 31, 2017
"You're my faith... There's no tonight, There's no tomorow, There's no me without you" -Shelyn Jiang --------------- "Sometime love can blind you... I don't want you choose the wrong choice. Will you accompany me 'till i close my eyes?" -Nicholas Wu *. Ketika kisah cinta terlarang dimulai karena berkedok usia... Seorang gadis bernama Shelyn Jiang, Seorang mahasiswi yang selalu menomor satu kan cinta. Ia selalu berkhayal menjadi ratu satu malam dalam hari pernikahannya. Dan semua orang bersorak-sorai menggambarkan kebahagiaan. Tetapi, Semua itu berubah ketika pertemuan tak disengaja terjadi. Bukan mengubah pandangannya terhadap cinta. Tetapi, Semua khayalan kebahagiaan dalam hari pernikahan itu terasa takkan mungkin terjadi. Shelyn jatuh cinta kepada seorang pria dewasa yang datang ke acara yang diadakan di universitasnya. Diluar dugaan, Pria itu pun merasakan hal yang sama. Satu malam mengubah semuanya Cinta terlarang pun terjadi...
All Rights Reserved
#12
myfaith
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Mutowifku Tersayang
  • 𝑴𝑹𝑺. 𝑻𝑬𝑵𝑮𝑲𝑼 𝑸𝑨𝑹𝑳 : 𝒉𝒊𝒔 𝒐𝒏𝒍𝒚 𝒉𝒂𝒑𝒑𝒊𝒏𝒆𝒔𝒔
  • Han's: His Aching Allure
  • Mrs. Ex-Girlfriend
  • Dalam Doa yang Tak Bernama
  • Sepenggal Kisah Di Munchen

Prolog Mekkah selalu punya cara membuat hati bergetar. Bukan hanya oleh lantunan adzan yang menggema dari Masjidil Haram, bukan pula oleh jutaan langkah yang berputar mengelilingi Ka'bah tanpa henti. Tapi oleh sesuatu yang tak pernah bisa dijelaskan-takdir yang Allah titipkan di antara doa dan air mata. Namaku Fadhlan. Aku seorang mutowif-memandu para tamu Allah yang datang dari berbagai negeri untuk menunaikan ibadah Umrah. Tugasku sederhana: membimbing mereka membaca niat, menuntun langkah mereka dalam thawaf dan sa'i, serta memastikan perjalanan ibadah itu lancar dan terjaga. Namun, dalam perjalanan yang lalu, tugasku berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Aku masih ingat saat pertama kali menatapnya. Seorang wanita muda, sederhana dalam balutan kerudung putih, tapi wajahnya memancarkan cahaya yang menenangkan. Senyumnya tipis, lembut, seperti doa yang dipanjatkan dalam diam. Ia datang bersama ibunya, meninggalkan ayah yang sedang sakit keras di tanah air. Namanya... Melati. Sembilan hari bersama rombongan Umrah seharusnya hanya meninggalkan kenangan singkat, sebagaimana biasanya. Tapi hari-hari itu menumbuhkan sesuatu yang berbeda. Sebuah perasaan yang anehnya, bukan mengganggu ibadahku, melainkan justru membuat setiap doa terasa lebih hidup. Namun, Allah punya cara sendiri menjaga rahasia-Nya. Ada kalanya doa yang kita panjatkan terasa menggantung di langit, tanpa jawaban. Ada kalanya cinta yang tumbuh justru diuji dengan jarak, waktu, dan keraguan. Dan aku... hanya bisa berserah. Kini setiap kali aku berdiri di hadapan Ka'bah, aku selalu mengingatnya. Wajah itu, senyum itu, doa-doanya. Entah di mana ia berada, entah bagaimana takdir menuliskannya. Yang kutahu, namanya tetap hidup dalam hatiku. Mutowifku tersayang... begitu ia pernah menyebutku dalam candanya. Sebuah panggilan yang sederhana, tapi cukup untuk membuat setiap langkahku terasa berarti.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman