Langit & Bumi (REVISI)

Langit & Bumi (REVISI)

  • WpView
    Membaca 137,346
  • WpVote
    Vote 10,246
  • WpPart
    Bab 37
WpMetadataReadLengkap Kam, Mar 15, 2018
Langit: Andai setiap manusia dapat memilih takdir hidup sebelum dilahirkan, pasti aku akan memilih menjadi manusia yang sehat seperti Bumi. Namun, takdirku telah tergaris menyedihkan. Aku selalu terbayang oleh kematian setiap waktu. Bumi : Apa salah jika aku menjelma menjadi manusia penuh kebencian? Aku yang sejak awal miskin kasih sayang di mana tak ada seorang pun yang peduli. Aku yang diasingkan dan dibuang. Orang-orang yang harusnya menyayangiku, malah membuat hidupku berantakan. Jika kebencian menciptakan batas antara Langit dan Bumi, apakah cinta mampu menepis batas itu dan meluluhkan kerasnya hati Bumi? Cinta itu didapat Bumi dari seorang gadis yang menjadi teman sekelasnya. Namun ternyata, gadis itu adalah gadis yang Langit cintai dan merupakan satu-satunya penyemangat hidup Langit. Hingga akhirnya, sebuah kejadian nahas menimpa dan membuat Langit berada dalam dua pilihan yang sulit. Hidupnya, atau hidup adiknya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Langit Dara [End]
  • GALA : Sleepwalker [TAMAT]
  • SKY LIGHT
  • calvin : langit dan bumi
  • RE:MEMBER (END)
  • ELLGAR (TAMAT)

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan