Did You Forget Me?

Did You Forget Me?

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 22, 2016
Yang dulunya sahabat dekat, sekarang jadi musuh? Bagaimana bisa? Siapa dia sebenarnya? Kenapa dia mengaku bahwa dia pernah dekat denganku? Dia bilang aku ini teman kecilnya? Seingatku, aku tidak pernah punya teman yang bernama Lano. Mau mengaku-ngaku? hahaha. Tapi apa untungnya sama dia dengan mengaku sebagai sahabat kecilku? -Vaurinda Tarisha Dia melupakanku? Padahal dulu, dia yang memintaku untuk tidak akan pernah melupakannya. Nyatanya, dia sendiri yang melupakanku. Bahkan, sikapnya berubah drastis dari Vaurinda yang aku kenal dulu. Kedatangan ku ke Jakarta untuk menemuinya, ternyata hanya membuatku kecewa. Sangat-sangat kecewa! Dia menunjukkan kebenciannya padaku, dia pikir cuma dia yang bisa begitu? Maafkan aku bila nanti aku bakal menyakitimu. Ini bukan kemauanku, tapi ini kemauanmu sendiri. Aku tidak akan menyakitimu, bila bukan kamu sendiri yang memulainya. Tapi, sayangnya aku sudah terlanjur jatuh sama dia. -Ravian Abilano Copyright © cyrclies 2016
All Rights Reserved
#686
story
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • RION IS MY MANTAN!
  • I Promise You But Not
  • Sahabat, kenapa jadi suka?[On Going]
  • FRIENDzone (Completed)
  • RAFKA [REVISI]
  • Elvina [COMPLETED]
  • About You (on Going)
  • COMPLICATED
  • Real Friends? ✔

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines