Kala Kehilangan

Kala Kehilangan

  • WpView
    Reads 7,850
  • WpVote
    Votes 331
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 4, 2021
WpInfo
Fiction
Social Themes
"Kehilangan adalah hal yang lumrah. Kepergian adalah sebuah keniscayaan." Begitu kata mereka. Tapi, apa semudah itu menerima bahwa seseorang yang disayangi harus pergi terlebih dahulu? Tidak. Bagi beberapa orang, kehilangan meninggalkan luka yang tidak bisa dengan mudah disembuhkan. Meninggalkan lubang di dalam hati yang tidak tahu bagaimana cara menutupnya. Bagi Najla As-Syifa Hifza, kehilangan meninggalkan trauma yang mendalam. Penyesalan, kesedihan, rasa sakit dan kepayahan yang menemani hidupnya belakangan. Tapi, baginya, sakit adalah sebuah kelemahan. Hingga kepura-puraan yang selalu ia tampakkan. Sedangkan Arka Maghribi Ruzain sudah merasa kehilangan bahkan ketika kehilangan itu belum benar-benar menghampirinya. Menjadi seorang playboy adalah pilihannya agar ia selalu terlihat baik-baik saja. Ini tentang penerimaan. Tentang memeluk kehilangan. Tentang berdamai dengan keadaan. Tentang keyakinan bahwa segala takdir yang Allah goreskan adalah kebaikan. Juga tentang jatuh cinta kepada takdir dan Sang Penulis Takdir.
All Rights Reserved
#16
kesehatanmental
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diamku Mengikhlaskanmu [ Sudah Terbit ]
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )
  • Takdir Sang Ilahi
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Air Mata Cinta
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Halaqah Rasa

Bisakah kau bayangkan daun yang layu bertahan pada ranting yang lemah dan disapa cuaca tak ramah? Aku wanita penuh dengan luka. Sudah berapa kali aku bilang, jangan singgah jika hanya untuk bermain-main. Aku sudah tau rasanya kehilangan. Jadi tak perlu kamu ajarkan lagi. Kehilangan, ditinggalkan, bahkan meninggalkan sudah aku lalui. -Fatimah Azkandriya Milaikha- Maafkan aku yang telah datang lalu pergi. Maafkan aku yang telah berjanji walau akhirnya mengingkari. Perihal aku datang lalu mengetuk dan pergi tanpa pamit bagian dari rasa yang tak bisa kuceritakan padamu. -Mohammad Ali Al-Habib- Banyak orang yang menangisi masa lalunya, namun aku tak mempersalahkan itu. Bagiku kamu masa depanku. Mari kita perbaiki hari ini sebelum ia menjadi masa lalu. Hijrah bersamamu menuju surga-Nya. -Ghalli Abdullah Rasyid-

More details
WpActionLinkContent Guidelines