Kala Kehilangan

Kala Kehilangan

  • WpView
    Reads 7,850
  • WpVote
    Votes 331
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 4, 2021
"Kehilangan adalah hal yang lumrah. Kepergian adalah sebuah keniscayaan." Begitu kata mereka. Tapi, apa semudah itu menerima bahwa seseorang yang disayangi harus pergi terlebih dahulu? Tidak. Bagi beberapa orang, kehilangan meninggalkan luka yang tidak bisa dengan mudah disembuhkan. Meninggalkan lubang di dalam hati yang tidak tahu bagaimana cara menutupnya. Bagi Najla As-Syifa Hifza, kehilangan meninggalkan trauma yang mendalam. Penyesalan, kesedihan, rasa sakit dan kepayahan yang menemani hidupnya belakangan. Tapi, baginya, sakit adalah sebuah kelemahan. Hingga kepura-puraan yang selalu ia tampakkan. Sedangkan Arka Maghribi Ruzain sudah merasa kehilangan bahkan ketika kehilangan itu belum benar-benar menghampirinya. Menjadi seorang playboy adalah pilihannya agar ia selalu terlihat baik-baik saja. Ini tentang penerimaan. Tentang memeluk kehilangan. Tentang berdamai dengan keadaan. Tentang keyakinan bahwa segala takdir yang Allah goreskan adalah kebaikan. Juga tentang jatuh cinta kepada takdir dan Sang Penulis Takdir.
All Rights Reserved
#74
anxiety
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Till I Meet You
  • Jarak Dan Waktu (TERBIT)
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Halaqah Rasa
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • SETULUS CINTA SANG MUALAF
  • Dalam Diamku Mengikhlaskanmu [ Sudah Terbit ]
  • Takdir Sang Ilahi

Kita berdua pernah terjatuh, terluka , dan terkubur di lubang yang dalam. Kita sama - sama pernah merasa hancur saat orang yang di cintai pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Memendam rasa sakit seorang diri. Tersenyum walau batin tersiksa tertawa meski hati menjerit .. yang dapat kita lakukan hanyalah berlarut-larut dalam emosi dan kesediahan. dimanapun tubuh ini berpijak hanya sepi yang terasa... Dan pernahkah kau berpikir bahwa apa yang terjadi pada kita ini begitu melelahkan hingga rasanya mengakhiri hidup adalah pilihan terbaik untuk pergi dari dunia yang fana.??? Namun tuhan sepertinya punya jalan lain. layaknya benang merah yang saling terhubung kau dan aku pun akhirnya di pertemukan. Jujur aku tidak pernah tau apa yang ia rencanakan. Mungkin tuhan sengaja memasangkan kita lalu setelah itu tertawa sambil berkata pada para malaikat " Hei lihat lah kedua orang menyedihkan ini mereka sangat cocok bila bersama." Atau mungkin tuhan ingin agar kita berteman dan menolong satu sama lain. Entahlah apapun itu biarkanlah waktu yang akan menjawabnya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines