Dear Rain, Bring Him Back.

Dear Rain, Bring Him Back.

  • WpView
    Reads 571
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 4, 2016
Dentuman musik yang bergema dan memekakan telinga dengan kerlap kerlip warna-warni lampu yang menembus remang nya ruangan ini tak membuat ku beranjak pergi dari sini. Lima shot vodka. Sudah lima shot vodka ku teguk habis sejak aku menginjakkan kaki ku disini. Aku sudah cukup minum, karna itu aku turun ke sini dan membiarkan sensasi dari alkohol dalam tubuhku membuat ku semakin rileks. I don't know how long I've been dancing on my own, but I don't want to stop. Beberapa laki-laki berusaha mendekat. Mencoba meletakkan tangan nya di pinggul ku dan ada yang berani berdiri terlalu dekat dengan tubuhku. Namun aku tidak tertarik dengan hal itu dan tak pernah terpikirkan oleh ku. Tujuan ku kesini hanya satu, to get drunk. Dan membuktikan apakah dia benar-benar tidak perdulli lagi. Aku bukan cewek yang biasa melakukan hal-hal seperti ini. Bahkan, sebelum kejadian itu aku tidak pernah menginjakkan kaki ku di Club seperti ini. Tapi semenjak kejadia itu, semuanya berubah.Ini semua karna dia. Kata-kata nya malam itu masih jelas terekam dikepalaku.Yang ku inginkan hanya satu, yaitu aku harus melupakanya. Dan ini satu-satunya cara yang ku tau. "Aku gak bisa jalanin ini lagi. My feeling turning cold." Aku menggelengkan kepalaku ketika kata-kata itu terputar lagi di pikiran ku. No. He lied. "Dan aku capek ngadepin tingkah laku kamu. Aku muak." "Mulai sekarang kita jalanin hidup kita masing-masing. Anggap aku bukan siapa-siapa. Karna bagi aku, kamu bukan siapa-siapa. Kamu hanya salah satu kesalahan yang aku lakuin di hidup aku dan ingin aku lupain selamanya." seketika aku terdiam. Mengingat kembali kata-kata itu. Air mata ku kini membasahi pipi. How can I forget you? Just tell me how? Karna aku gak tau caranya ngelupain kamu. Yang aku tau hanya cara mencintaimu semakin dalam meski luka yang aku dapat. You're still the one. I'll never able to forget you. Ever. Give this book chance!!(;
All Rights Reserved
#193
heartbreak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • SANDI & FANYA
  • ZATARFA (Tamat)
  • PLUTO
  • Friend's Zone's
  • Aerilyn
  • Cassandra✔✔
  • Misunderstand
  • ETERNAL SKIES OF YOU (Dear Sandy)
  • Breathe

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines