
Dentuman musik yang bergema dan memekakan telinga dengan kerlap kerlip warna-warni lampu yang menembus remang nya ruangan ini tak membuat ku beranjak pergi dari sini. Lima shot vodka. Sudah lima shot vodka ku teguk habis sejak aku menginjakkan kaki ku disini. Aku sudah cukup minum, karna itu aku turun ke sini dan membiarkan sensasi dari alkohol dalam tubuhku membuat ku semakin rileks. I don't know how long I've been dancing on my own, but I don't want to stop. Beberapa laki-laki berusaha mendekat. Mencoba meletakkan tangan nya di pinggul ku dan ada yang berani berdiri terlalu dekat dengan tubuhku. Namun aku tidak tertarik dengan hal itu dan tak pernah terpikirkan oleh ku. Tujuan ku kesini hanya satu, to get drunk. Dan membuktikan apakah dia benar-benar tidak perdulli lagi. Aku bukan cewek yang biasa melakukan hal-hal seperti ini. Bahkan, sebelum kejadian itu aku tidak pernah menginjakkan kaki ku di Club seperti ini. Tapi semenjak kejadia itu, semuanya berubah.Ini semua karna dia. Kata-kata nya malam itu masih jelas terekam dikepalaku.Yang ku inginkan hanya satu, yaitu aku harus melupakanya. Dan ini satu-satunya cara yang ku tau. "Aku gak bisa jalanin ini lagi. My feeling turning cold." Aku menggelengkan kepalaku ketika kata-kata itu terputar lagi di pikiran ku. No. He lied. "Dan aku capek ngadepin tingkah laku kamu. Aku muak." "Mulai sekarang kita jalanin hidup kita masing-masing. Anggap aku bukan siapa-siapa. Karna bagi aku, kamu bukan siapa-siapa. Kamu hanya salah satu kesalahan yang aku lakuin di hidup aku dan ingin aku lupain selamanya." seketika aku terdiam. Mengingat kembali kata-kata itu. Air mata ku kini membasahi pipi. How can I forget you? Just tell me how? Karna aku gak tau caranya ngelupain kamu. Yang aku tau hanya cara mencintaimu semakin dalam meski luka yang aku dapat. You're still the one. I'll never able to forget you. Ever. Give this book chance!!(;All Rights Reserved