Love You (Devan)

Love You (Devan)

  • WpView
    Reads 1,772
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 17, 2017
"Karena hati ini hanya untukmu,detak jantung ini selalu berdetak karena mu , karena apa aku mencintaimu? Entahlah ,mungkin benar cinta mungkin tak beralasan " Tita "Seperti ada yang beda saat aku melihatmu , mungkin ini rasa yang sejak lama hadir meski tanpa pernah aku sadari dari dulu " Devan Gue pernah berpikir mungkin ini yang dinamakan dengan rasa kehilangan "Lo malem malem ngapain sih Dev kerumah gue? Yaelahh lo nanti dikira maling sama nyokap bokap gue" "Hehe gue kangen sama lo ikan fugu" sambil mencubit pipi gue,tambah tembem nanti nih pipi -_- "LO KESINI HANYA KANGEN SAMA GUE? gue kira mau nganterin makanan gitu" Ujung ujungnya makanan :') "LO MAKANAN TERUS KAPAN KURUS LO SIH TA, tuh badan aja udah bulet kayak bola basket gitu" ledekan devan yang buat gue menatap dia kayak gini -_- "Meskipun gitu gue suayang sama lo kok,nih hati hanya untuk lo " Devan yang tiba tiba melangkah sambil nyium gue Nih orang memang nyosoran -_- Tapi gue suka :')
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • TENTANG SEPASANG
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Bersamamu
  • ALSTARAN [END]
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • Wrong Dream
  • Sahabat Jadi Cinta [ENDING]

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines