Story cover for Love You (Devan) by luluk_idayanna99
Love You (Devan)
  • WpView
    LECTURAS 1,770
  • WpVote
    Votos 58
  • WpPart
    Partes 25
  • WpView
    LECTURAS 1,770
  • WpVote
    Votos 58
  • WpPart
    Partes 25
Continúa, Has publicado oct 17, 2016
"Karena hati ini hanya untukmu,detak jantung ini selalu berdetak karena mu , karena apa aku mencintaimu? Entahlah ,mungkin benar cinta mungkin tak beralasan " Tita

"Seperti ada yang beda saat aku melihatmu , mungkin ini rasa yang sejak lama hadir meski tanpa pernah aku sadari dari dulu " Devan 

Gue pernah  berpikir mungkin ini yang dinamakan dengan rasa kehilangan

"Lo malem malem ngapain sih Dev kerumah gue? Yaelahh lo nanti dikira maling sama nyokap bokap gue"

"Hehe gue kangen sama lo ikan fugu" sambil mencubit pipi gue,tambah tembem nanti nih pipi 
-_-

"LO KESINI HANYA KANGEN SAMA GUE? gue kira mau nganterin makanan gitu"

Ujung ujungnya makanan :')

"LO MAKANAN TERUS KAPAN KURUS LO SIH TA, tuh badan aja udah bulet kayak bola basket gitu" ledekan devan yang buat gue menatap dia kayak gini -_- 

"Meskipun gitu gue suayang sama lo kok,nih hati hanya untuk lo " Devan yang tiba tiba melangkah sambil nyium gue

Nih orang memang nyosoran -_- 

Tapi gue suka :')
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Love You (Devan) a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
TENTANG SEPASANG de kakelss
35 partes Concluida
(SELESAI) "Lo itu rumah gue, mau gimanapun keadaannya, gue akan kembali ke lo dan seperti janji yang kita buat, jangan sampai ada kata putus diantara kita." Tadinya gue berpikir begitu, tentang hubungan gue dan Mirah, tapi sepertinya nggak akan semudah itu untuk kembali padanya dan menjadikannya sebuah rumah bagi gue. - Juna "Pulanglah ke gue setiap kali lo merasa dunia luar terlalu kejam ke lo. Gue berharap tujuh tahun yang kita lewati bisa jadi pondasi untuk hubungan kita selanjutnya." Nyatanya lo yang kejam ke gue dan gue nggak tau sanggup jadi rumah lo lagi atau nggak. - Mirah "Bagi gue mencintai lo dari jauh sudah lebih dari cukup, bagaimanapun itu juga cinta tetap cinta, kan?" awalnya gue pikir begitu, gue ikhlas dan rela menatap lo dari jauh, nyatanya setelah bertemu dengan lo dari dekat dan mengenal lo lebih jauh, sekedar melihat dari jauh nggak cukup untuk gue. - Diran "Gue nggak pernah percaya soal cinta pada pandangan pertama, karena gue pernah bertahan bertahun-tahun dengan seseorang, nyatanya dia pergi juga dari gue bahkan setelah gue memberikan segalanya untuknya. Nggak ada jaminan apapun dalam membangun sebuah hubungan." tapi setelah bertemu dengan dia, gue malah jatuh cinta pada pandangan pertama. - Iris "Lo itu menyebalkan, baru kali ini gue ketemu manusia yang gengsinya kebangetan kayak lo, keras kepala dan pengin menang sendiri, namun anehnya gue nggak membenci lo, gue malah jatuh cinta dan ingin menjaga lo seterusnya." harusnya gue bilang begitu langsung ke lo, nyatanya kalimat barusan hanya bisa gue ucapkan di dalam hati. - Nares "Tugas seorang adik adalah mendukung setiap keputusan yang dibuat oleh kakaknya, maka gue pun akan mendukung apapun yang lo inginkan, termasuk jika lo ingin bersamanya, karena gue adik lo." seandainya perasaan gue seikhlas dan selegowo itu untuk menerima keadaan serta kenyataan yang dibuat Tuhan untuk kita, gue nggak akan menangis di tengah hujan salju seperti ini. - Aruna
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
ALVANSA [Completed] cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
RadenRatih cover
DUTRA AZALEA (COMPLETED) cover
Diary Ayra: Cerita Cinta SMA cover
ALDIR cover
Wrong Dream cover
Love Affair : My Destiny  cover
TENTANG SEPASANG cover

ALVANSA [Completed]

26 partes Concluida

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)