Cinta yang terpendam

Cinta yang terpendam

  • WpView
    Reads 7,492
  • WpVote
    Votes 162
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadComplete Tue, Dec 26, 2017
Teruntuk kmu yng sedang tersenyum itu. Hanya kepada angin kusampaikan rindu yng menderu didlam hatiku untuk mu.Lalu berharap desau angin yng menyapu wajahmu itu,berbisik ketelingamu berbisik klo aku memiliki perasaan itu untuk mu. Dengan hujan,sebagai pelengkap suasana. Hingga aku dan kamu akan sellu bersma menyimpan satu rasa yang sama. 16 Juni 2017
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lovakarta
  • Another Goodbye (The Other Side 2)
  • Honestly Hurt [COMPLETED]
  • FRIENDzone (Completed)
  • Be my Sweet Darling  [END]
  • Hujan
  • PLUTO
  • Kisah Semusim
  • Not Perfect (COMPLETED)
  • Jus't One Moment (TAMAT)
Lovakarta

[COMPLETED] Lovakarta #1 Julukannya Hujan istimewa. Soalnya, Hujan yang satu ini selalu di damba-damba. 999 dari 1000 hati menyatakan ketertarikan padanya. Seharusnya, cerita ini mudah. Hujan tinggal pilih saja salah satu dari 999 hati yang ada. Tetapi, Hujan justru mengambil alur susah. Ia malah jatuh cinta pada 1 hati yang menyatakan penolakan mentah-mentah. Rintik yang menggelitik. Gerimis yang manis. Sampai Hujan deras yang melenyapkan panas. Hujan mencoba semua intensitas berusaha membasahi sang hati dengan kesejukannya. Hanya saja, tingkah sang hati yang selalu menghindar dari Hujan membuat jalan cerita jadi rumit pangkat tiga! Menariknya, beribu luka yang diterima Hujan istimewa sama sekali tidak dianggapnya sebagai alasan untuk menyerah... **** [COMPLETED] Lovakarta #2 Kata orang, cinta tak ubahnya sebuah impian. Butuh pengorbanan. Menuntut diperjuangkan. Tapi, pernahkah kau sampai menjadi Hujan sepertiku? Yang terus merintik, hanya untuk membuat dia tertarik. Selalu bersikap semanis gerimis, bahkan setelah berkali-kali ditepis. Juga tidak pernah lelah menderas, meski sama sekali tak dapat balas. Sungguh. Cinta ini bukan hanya menjadi ketidakadilan untukku. Lebih dari itu, aku tersakiti begitu jauh. Sampai tidak bisa membedakan apakah yang sedang kujalani adalah serangkai cerita, atau sekedar sebuah pengalaman terluka? Tapi, walau menjadi Hujan adalah patah hati terbesarku. Semua itu tidak akan membawa pengaruh. Tidak pula merubah sesuatu. Sebab, ujung-ujungnya, aku tetaplah aku. Si Hujan yang cuma tahu satu. Jatuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines