Undone (ON HOLD)

Undone (ON HOLD)

  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 27, 2017
Arsen menyapu setiap sudut hall yang digunakan panitia ospek untuk mempersiapkan ospek yang akan diadakan kurang dari dua minggu lagi dengan matanya yang tajam, memerhatikan semua staffnya yang bekerja pada bidangnya masing-masing, namun tetap siap ketika diminta bantuan dari semua staffnya. Ia mengabsen satu persatu divisi yang ia lihat, "Perlengkapan, dana, konsumsi, dokumentasi, publikasi, akomodasi, P3K, fasilitator, sekben, humas, seksi umum, kerohanian, dan acara," tepat saat menyebut 'acara', kedua matanya menangkap sesosok gadis. Gadisnya. Dulu. Dia ada di sana. Gadis yang pernah menjadi pemilik hatinya−dan akan selalu menjadi pemilik hatinya− ada di sana. Duduk pada deretan bangku yang terletak di bawah tangga, sibuk menjelaskan rundown yang ada di tangan kanannya kepada teman satu divisinya, sesekali tertawa. "Samperin kali Sen kalo kangen. Dipendem-pendem mulu, nggak aus?" Celetuk Leon, teman se-pertololannya sekaligus staffnya, ketika melihat arah tatapan Arsen dan kemudian menyadari siapa yang ditatap temannya itu. 'Pengennya. Malah kalau bisa, mau gue peluk.' Ujar Arsen dalam hati. == HAHAHAHAH kenapa sih gue se-terobsesi itu dengan Park Chanyeol sampe-sampe bikin fanfiction gini :') anyway, happy reading!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • I Love You, But ... ✓
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • OUR TOXIC'S LOVE STROY - SUNGWON
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Endless Love
  • Aku Dia dan Kamu
  • THE HIDDEN OF COUPLE - SUNGNING

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines