Story cover for The Same Wedding by _knowledge
The Same Wedding
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Oct 18, 2016
The Same Wedding
By. knowledge

Manusia memang mahluk Tuhan yang sempurna. Mereka memiliki segalanya, nafsu dan akal. Maka, jangan pernah salahkan Rara jika dia memberontak. 

Rara anak tunggal di keluarga Matahara. Dia adalah puteri mahkota,  tapi dia kalah dengan seorang  puteri. 

Dia harus rela menikah dengan pria yang sangat dibenci, yang kaku nan dingin. Sedangkan cintanya harus menikah dengan saudarinya. Iri sudah merasuk kejiwanya.

Bagaimanakah keirian Rara ?
Apa yang harus di lakukan saudari Rara untuk Rara ?
Bagaimana Rara bertahan dengan suami dinginnya ?
Dan ini kisah mereka !



Knowledge

"Kata cinta, tak usah risau dia berada di samping kita beriringan. Jika tiba saatnya, cinta yang akan menggenggam terlebih dulu."
All Rights Reserved
Sign up to add The Same Wedding to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
EGALITER: Twinflame Life Lessons cover
𝗔𝗕𝗖𝗲𝗹𝘃𝗮𝗻 [𝗖𝗢𝗠𝗣𝗟𝗘𝗧𝗘𝗗] cover
Baazigar (Tamat) cover
This Love cover
tentang sebuah rasa cover
Cool Boyfriend cover
Saat Hati Tak Lagi Menunggu cover
Cintaku Salah Kamar cover
Married is scary [Sanwoo] cover

EGALITER: Twinflame Life Lessons

11 parts Ongoing Mature

"Ga bisa ya kita sama-sama sampai akhir?" "Hahaha! Sayang, aku anak pertama, wibawa dan kebanggaan keluarga. Kamu anak bungsu, kesayangan keluarga. Gimana? Kamu bisa bayangkan apa yang akan terjadi?" ===================================== Hubungan itu harus setara. Benar. Entah itu pertemanan, hubungan kerja, apalagi romansa antara dua manusia. Lantas, apakah kesetaraan akan selalu membawa kesempurnaan? Lalu, bagaimana jika yang setara itu adalah trauma yang tidak pernah usai? Egi dan Lili. Mereka bertemu dan saling jatuh cinta. Sejoli ini memiliki sampul yang sangat sempurna di mata sosial. Pintar, terpelajar, mapan, dan menawan. Namun, mereka terlalu identik. Bahkan kegilaan mereka juga terlalu setara. Bukankah kesetaraan ini justru menakutkan?