Love Story

Love Story

  • WpView
    Membaca 93
  • WpVote
    Vote 12
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Okt 18, 2016
Cinta memang indah . Tapi untuk sebagian orang ,itu menyakitkan . Bila orang di cintanya telah pergi dengan yang lain . Hal itu yang bisa membuat seseorang trauma akan cinta . Tak bisa dipungkiri , cinta memang anugrah dari Tuhan yang Maha Esa . Tapi penghianatan cinta, apa itu pun anugerah ? Lalu apa itu sebuah bencana cinta ? . Hingga aku sadari arti sesungguhnya cinta adalah ketulusan hati menjaga segenap jiwa dan raga kepada orang yang di cintainya . Banyak orang berkata bahwa cinta tak perlu dibalas . Toh nyatanya banyak orang yang tersakiti dan menangis ketika orang yang sangat dicintainya bahagia dengan yang lain . Maka bisa di simpulkan bahwa cinta pun perlu pembalasan . Bila aku mengingat lagi tentang kisah cintaku , kadang aku merasa ingin tertawa, karena banyak sekali kekonyolan yang aku buat . Kadang juga kekonyolan itulah yang menarik air mataku untuk terjatuh . Pisau yang dulu tertancap di hatiku kini sudah hilang , tapi lukanya masih kurasa hingga saat ini . Aku benci harus bilang aku masih mencintainya , tapi memang itulah kenyataannya . Aku masih merindukannya . Mungkin itulah sedikit ungkapan perasaanku . Kalian boleh berpendapat apapun tentang diriku , tentang perasaanku dan tentang dirinya . Kalian boleh berpendapat bahwa aku bodoh . Mempertahankan cinta yang jelas jelas sudah tak ada lagi . Mungkin kalian tak pernah merasakannya . Maka dari itu , kalian tak mengerti rasanya menjadi aku . Ini adalah kisah cintaku , cinta pertamaku . Kisah cinta aku dan seseorang yang pernah singgah di dalam hatiku . Cinta di masa remajaku . Saat pertama kali aku merasakan indahnya jatuh cinta , dan pertama kali merasakan sakitnya penghianatan dan kebohongan .
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#865
truelove
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • You're Here, But Not For Me
  • ALONENESS
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • You are in my past and my future [END]
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Rindu yang berjarak
  • Mahligai Sunyi
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Regrets of Love

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan