The SunMoon

The SunMoon

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 18, 2016
Kisah perjuangan seorang gadis yang bernama Anya Fernanda, yang terluka karena mencintai seorang pria tapi ternyata pria itu mencintai dua gadis tanpa bisa memilih, diantara dua gadis salah satunya dirinya, namun pria itu selalu bersikap egois karena tidak ingin kehilangan keduanya. -Sekeras apapun dua cinta dipertahankan tetap saja cinta tidak dapat dibagi- "Tidak ada yang menyakitkan kecuali ketika kamu jatuh cinta namun bukannya tidak terbalas tapi karena tidak dipilih, hanya mendapatkan senyuman dan kata maaf, juga kata pengakuan hati lalu pergi?. Memangnya aku ini apa?"~Anya Fernanda~ * "Cinta. Satu kata yang membuat aku bimbang untuk memilihmu karena aku juga mencintai wanita lain selain dirimu. Maafkan aku yang menjadi Pria bodoh tanpa bisa memilih antara kamu dan dia" ~Daffa Arya Ghossan~
All Rights Reserved
#466
justwriteit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Felicia> Januari With You
  • If, I Don't Love You. [EDITING]
  • AZZKARA
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • My little Wife[END]
  • LOVE STORY (END)✓
  • Between Us
  • Spontan in Love
  • Amour [End]

‎Hendra... ‎seorang anak SMP yang bahkan tak lagi bersekolah. ‎Kulitnya legam, senyumnya pelan, ‎hidupnya penuh hinaan dan tatapan jijik. ‎ ‎Ia hanya ingin dagangannya laku... ‎dan pulang tanpa luka yang terlalu dalam. ‎ ‎Hingga suatu hari, ‎datanglah seorang gadis seperti bidadari. ‎Felicia. ‎ ‎Gadis cantik bermata sipit, keturunan kaya, ‎berjalan pelan ke arahnya... ‎lalu bicara dengan suara paling lembut yang pernah ia dengar. ‎ ‎Felicia tidak takut, tidak jijik. ‎Ia menggenggam tangan Hendra... ‎menemani dagangannya, duduk di sisinya, ‎dan mencintai dia-yang bahkan tak pernah mencintai dirinya sendiri. ‎ ‎Hari demi hari, Felicia menjadi cahaya. ‎Membuat Hendra tersenyum. Membuatnya percaya... ‎bahwa seseorang sepertinya bisa dicintai... bisa berarti. ‎ ‎Tapi cinta seperti Felicia tak datang untuk selamanya. ‎ ‎Dulu, seorang kakek pernah berkata, ‎"Kalau suatu hari... ada seseorang yang datang padamu, ‎seseorang yang mustahil untuk hadir dalam hidupmu... ‎tapi dia datang, menoleh, tersenyum, lalu duduk di sebelahmu, ‎biasanya... dia hanya dikirim untuk sebentar saja. ‎Untuk membuatmu merasa dicintai, ‎untuk menyembuhkan hatimu yang diam-diam patah. ‎Lalu setelah itu... dia akan pergi. ‎Bukan karena tak cinta... ‎tapi karena Penciptanya memanggil pulang." ‎ ‎Benarkah... Felicia akan pergi? ‎Apakah cinta sehangat itu... hanya datang untuk dikenang? ‎Dan bila benar ia akan hilang... ‎mampukah Hendra mengucap selamat tinggal... pada satu-satunya cahaya dalam hidupnya? 💔 ‎.

More details
WpActionLinkContent Guidelines