Mr. Marry Mrs.

Mr. Marry Mrs.

  • WpView
    LECTURAS 113
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, oct 29, 2016
Perusahaan Max terancam bangkrut dan krisis. Hal ini menariknya kedalam pernikahan secara terpaksa, namun sebelum itu Max & Flora sudah di jodohkan semasa kecil. Flora tidak menyangka dirinya menikah dengan lelaki yang tidak di cintai dan harus menandatangani kontrak hitam ikatan pernikahannya dengan Max. sebuah garis takdir kehadiran Flora bagi Max dan sebaliknya, sehingga butuh waktu untuk menyadari ketika cinta telah membuat celah diantara mereka berdua.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ruined Bitch
  • UNDER CONSTRUCTION
  • (✓) disqualified love » markhyuck
  • The Broken Lady [completed]
  • Broken Vow
  • Repihan Rasa (Selesai)
  • Mendadak Nikah
  • How We Fix Sorrow ✅
  • TIFFANY [END]
  • SANG PENGANTIN BAYARAN

⚠️ Cerita ini mengandung konten muatan dewasa, tidak direkomendasikan dibaca oleh anak di bawah usia 18 tahun. BLURB - Ruined Bitch Sekar tahu dunia tempatnya berpijak tidak pernah ramah bagi wanita sepertinya. Hidup mengajarinya untuk tidak berharap terlalu banyak, terutama dari pria. Baginya, hubungan hanyalah transaksi-permainan di mana kendali harus tetap berada di tangannya. Sampai ia bertemu pelanggan spesial itu. Marshal Wijaya, pria yang dingin dan berbahaya, bukan tipe yang mudah terbaca. Ia tidak sekadar membeli waktu Sekar, tetapi juga merenggut sesuatu yang lebih dalam. Sentuhannya mengancam pertahanan yang selama ini Sekar bangun. Tatapannya seakan ingin menelanjangi lebih dari sekadar tubuhnya-ia ingin masuk ke dalam pikirannya, mencuri perasaan yang seharusnya tidak ada. Semakin Sekar berusaha menjaga jarak, semakin kuat tarikan yang mengikat mereka. Marshal menginginkannya lebih dari sekadar bayaran, sementara Sekar tidak yakin apakah ia siap kehilangan kendali. Ketika batas antara transaksi dan keterikatan mulai kabur, Sekar harus memilih: bertahan dengan tembok yang melindunginya, atau membiarkan dirinya jatuh-meski itu berarti hancur dalam genggaman pria yang bisa saja menghancurkannya lebih dari siapa pun. Karena dalam permainan seperti ini, tidak ada yang benar-benar menang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido