Na-update namin ang aming Mga Alituntunin sa Nilalaman.
Suriin ang pinakabagong mga alituntunin para patuloy na makapagbahagi ng mga kuwento nang ligtas.
Matuto pa
Shade
  • WpView
    MGA BUMASA 180
  • WpVote
    Mga Boto 20
  • WpPart
    Mga Parte 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Mar 25, 2017
WpInfo
NON-FICTION
Apa ada yang tahu mengapa hati ini bisa tiba-tiba bergetar, ketika melihat senyum seseorang merekah indah. Andaikan waktu berhenti ketika kita berjumpa, ingin rasanya aku lama melihat wajah yang selalu bisa menenenangkan hati. Dan apa yang membuatku terhempas untuk kedua kalinya? Mungkin rasa ini entah apa itu namanya terus tumbuh di hati kecilku ini, hati yang dulunya kosong dan sangatlah rapuh. Adakah yang bisa melihatnya? Ketika harus berperang dengan hati, memperjuangkan dan bertahan dengan rasa ini untukmu ataukah menghindar dan menjaga perasaan ini untuk dirinya. Seseorang yang ternyata memiliki rasa lebih dalam teruntuk diriku. Sahabat yang sudah seperti bayangan yang selalu ada bersamaku. Akankah aku sanggup melukai hatinya, ataupun melihatnya terluka karena diriku.
All Rights Reserved
#189
bayangan
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Memories in Moon
  • Shadow Of You ⚘
  • Aku Kamu Dan Dia
  • DENTING  [Revisi]
  • SasuHina - Love Story
  • You're Here, But Not For Me
  • Love is Shadow

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman