Story cover for Shade by nada_ar00
Shade
  • WpView
    Reads 174
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 174
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Oct 18, 2016
Apa ada yang tahu mengapa hati ini bisa tiba-tiba bergetar, ketika melihat senyum seseorang merekah indah. Andaikan waktu berhenti ketika kita berjumpa, ingin rasanya aku lama melihat wajah yang selalu bisa menenenangkan hati. 
       Dan apa yang membuatku terhempas untuk kedua kalinya? Mungkin rasa ini entah apa itu namanya terus tumbuh di hati kecilku ini, hati yang dulunya kosong dan sangatlah rapuh. Adakah yang bisa melihatnya? 
       Ketika harus berperang dengan hati, memperjuangkan dan bertahan dengan rasa ini untukmu ataukah menghindar dan menjaga perasaan ini untuk dirinya. Seseorang yang ternyata memiliki rasa lebih dalam teruntuk diriku. Sahabat yang sudah seperti bayangan yang selalu ada bersamaku. Akankah aku sanggup melukai hatinya, ataupun melihatnya terluka karena diriku.
All Rights Reserved
Sign up to add Shade to your library and receive updates
or
#309bayangan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
Memories in Moon cover
Shadow Of You ⚘ cover
DENTING  [Revisi] cover
Do You Miss Me ? cover
CINTA DALAM DIAM cover
Laksana [END] cover
ANTARA DOA DAN RASA cover

Memories in Moon

13 parts Complete

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?