Cold Boyfriends [Tahap Revisi]

Cold Boyfriends [Tahap Revisi]

  • WpView
    Reads 12,397
  • WpVote
    Votes 1,594
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2020
-Daffa fadillah -Rania meilina putri "Sejak pertama gua liat lu, ada rasa dihati gua, gak peduli sedingin apapun lu dimata orang, tapi gua yakin masih ada rasa hangat dibalik dinginnya lu, gua coba buat luluhin hati lu, walau gua harus ngorbanin perasaan gua, gua sayang sama lu dan disini cuma gua yang berjuang," ucap Rania. "Apa sii alasan lu gak pernah panggil nama gua?, panggil gua Rania?, apa lu jijik panggil nama gua? Jawab gua Daf?" tanya Rania. "Lu akan tau alasannya nanti, gua akan kasih tau lu kalau memang sudah seharusnya lu tau," ucap Daffa. "Dan gua akan nunggu hari itu," ucap Rania. Akankah Daffa dapat mencintai Rania? dan menghilangkan sikap cuek dan dinginya terhadap Rania? Dan apa ya alasan Daffa tidak manggil nama Rania? **selanjutnya baca aja ya guys ** Cover by: aderahma02
All Rights Reserved
#827
teens
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Two Rebels, One Love
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • Keep
  • COMPLICATED
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Takdir Kita (End)
  • Gula - Gula
  • ARBIAN [ ON GOING ] √
  • DILEMA CINTA [END] COMPLETED
  • [1] Closer ✔️

Menjadi murid baru di Elysia School bukan masalah besar bagi Gista Fallencia gadis bad girl dengan aura berani dan percaya diri. Dengan motor sport hijau-hitamnya, ia melaju ke sekolah dengan kepala tegak, siap menghadapi siapa pun yang mencoba menantangnya. Tapi satu hal yang tidak ia duga... Di sekolah ini, ada satu nama yang tidak boleh dilawan. Rakha Daniswara. Ketua geng motor Xavior, cowok yang dikenal dingin, berbahaya, dan ditakuti seantero sekolah. Tatapan matanya tajam seperti pisau, auranya gelap seperti malam tanpa bintang. Semua orang menghindarinya kecuali Gista. Sejak pertama kali masuk kelas, ia sudah mendapat 'kehormatan' duduk di sebelah Rakha. Namun, bukannya takut, Gista justru menantang cowok itu dengan sikapnya yang blak-blakan dan tak kenal takut. Dan itulah awal dari segalanya. Dua kepala batu saling berbenturan. Perdebatan panas, tatapan dingin, dan perang dingin di dalam kelas menjadi makanan sehari-hari mereka. Tapi di balik semua itu, ada sesuatu yang perlahan tumbuh sesuatu yang tidak mereka sadari. Sampai akhirnya, tanpa bisa dicegah... Gista menjadi satu-satunya yang bisa menembus tembok es Rakha Daniswara. Dan Rakha... sadar bahwa sejak awal, hanya Gista yang mampu mengguncang dunianya. Tapi bisakah kisah ini berakhir bahagia? Karena dalam dunia Rakha Daniswara, tidak ada yang benar-benar aman.

More details
WpActionLinkContent Guidelines