Story cover for Twins by HaaFizha1
Twins
  • WpView
    Reads 333
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 333
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Oct 19, 2016
"Aku tidak mempunyai segalanya, tapi aku berjanji akan memberi segala yang kupunya untukmu"
***

Tatiana bersumpah akan kembali melihat adiknya, bahkan bila hanya dengan sepasang mata tanpa kepala. Ia akan melakukan segala cara untuk mengambil kembali satu satunya miliknya yang tersisa. meski itu artinya Tatiana harus bergabung dengan organisasi anti pemerintah, ia tidak peduli. Tatiana sudah muak, ia sudah mengangis hingga lupa caranya tersenyum. 

Sampai pria itu datang, lalu perlahan mulai mengajarinya kembali...
***
Titania tersenyum lebar setiap hari. Setidaknya hanya itu yang bisa dilakukannya setelah semua yang terjadi. Konyol memang, tersenyum ketika ia tahu dirinya pantas untuk ditangisi. Tapi siapa peduli? Toh, ia akan tetap tersenyum pada semua orang. Yah... hampir semua. 

Kecuali si brengsek yang tiba tiba muncul dan menculiknya.
Kurang ajar!
All Rights Reserved
Sign up to add Twins to your library and receive updates
or
#775politik
Content Guidelines
You may also like
TAWANAN KAISAR, HATI YANG TERIKAT [END] by Djaehy
18 parts Ongoing
Dikhianati oleh tunangannya sendiri. Gadis bersurai merah itu bukan hanya harus menelan luka akibat pengkhianatan, tapi juga terpaksa menjadi tawanan seorang pria dingin-yang dikenal kejam dan tidak waras oleh banyak orang. Lebih buruk lagi, pria itu berasal dari kekaisaran yang telah lama berseteru dengan kerajaannya. "Ya! Aku menyukai temanmu! Puaskah kau sekarang?!" teriak sang pangeran dengan sorot mata tajam. "Brengsek! Kau benar-benar pengkhianat! Menyukai sahabat tunanganmu sendiri?!" Cellie membalas dengan suara bergetar antara marah dan kecewa. "Itu dia! Itulah sikap yang kubenci darimu, Cellie!" "Kau keras kepala, egois, suka membantah. Kau bukan seperti Hanania-ia lembut, tahu sopan santun, dan tidak membangkang!" Wajah sang pangeran memerah karena amarah, tatapannya menusuk tajam ke arah Cellie yang menahan air mata. "Jangan pernah membandingkanku dengannya!" Cellie berseru, suaranya pecah karena tangis. "Aku adalah aku! Bukan dia!" "Cukup. Aku akan membatalkan pertunangan ini." Beberapa hari kemudian, dalam penjara bawah tanah kekaisaran seberang... "Kau... Lady Hertigan, tunangan sang putra mahkota, bukan?" Nada suara pria itu sinis, penuh cemooh. "Siapa kau, bajingan?! Kenapa kau membawaku ke tempat menjijikkan ini?! Lepaskan aku!" "Tunangannya atau bukan, itu bukan urusanmu!" teriak Cellie, mencoba memberontak meski tubuhnya terikat. "Kau akan tetap jadi tawananku," desis pria itu dingin. "Sampai tunanganmu mengembalikan wanita yang telah dia rebut dariku." Lalu, ia menunjuk langsung ke wajah Cellie. "Dan kau... jaga sikapmu." "Aku adalah putra mahkota kekaisaran. Kalau aku mau, aku bisa memenggal kepalamu kapan saja." Dengan ancaman itu, pria itu berbalik dan meninggalkan Cellie sendiri dalam gelap dan dinginnya penjara bawah tanah.
Fractured Cheerfulness (On Going) by Baperterussss
24 parts Ongoing
"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?
You may also like
Slide 1 of 9
My Loneliness cover
Bad boy is a good boy for me [END] cover
TAWANAN KAISAR, HATI YANG TERIKAT [END] cover
TRISTAN &TIANA (Cool Couple)  cover
MY IDOL GIRLFRIEND ( ZEESHA ) cover
Anggi & Anggia cover
Caged cover
Fractured Cheerfulness (On Going) cover
100 Days / Sebelum Kematianku ( On Going)  cover

My Loneliness

39 parts Complete

Harusnya kamu itu sadar diri jadi orang. Setelah apa yang kamu lakuin dulu kamu pantas mendapatkan ini semua." Tio kembali meninggikan suaranya. Thasya yang mendengar teriakan itu memejamkan matanya untuk menahan air matanya. "Udah aku bilang berkali-kali papa. Bukan aku yang dorong kak Vian," teriak Thasya dengan air matanya luruh seketika. "Kamu mengelak lagi. Padahal udah jelas kamu yang memdorong kakakmu sampai jatuh tangga. Dan kamu sekarang ingin bunuh adikmu karena gagal membunuh kakakmu," ucap Tio tajam dan tanganya melempar ikat pinggang itu kearah Thasya. Dan bagia besi ikat pinggang itu mengenai dahi Thasya sampai berdarah.