Aji menghela napas pelan, tapi aku masih bisa mendengar. "Udahlah nggak usah rendahin diri sendiri. Tinggal belajar aja, beres. Lo aja yang males, jadi nggak bisa."
Aku tersenyum lebar. Memeluk pinggangnya dari belakang. Menyenderkan kepalaku di punggung lebarnya.
Nyaman.
Bersahabat dengannya dari kelas dua SMP, membuatku mengerti dan paham dengan karakternya. Sikapnya, sifatnya. Semua yang ada didirinya. Aku menyayanginya. Lebih tepatnya, mencintainya.
-camdal.x
All Rights Reserved