Tetangga

Tetangga

  • WpView
    Reads 695
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 24, 2017
"Hati-hati aja, biasanya orang sakit hati makin gampang kalo udah ga jaga jarak," balasnya tanpa melihat ke arahku. Di hadapan kami berdua memang ada anak-anak tetangga yang suka sekali bermain sepak bola di jalan depan rumah Ting. Bermodalkan bola plastik dan dua pasang sandal sebagai gawang. Mereka semua selalu menjadi hiburan sore, aku dan Ting seperti sedang nobar. Tinggal di tempat yang sama, dalam kondisi dan konteks yang sama, kita punya pendapat masing-masing. Alangkah menyenangkannya berbagi pendapat dengan orang yang mengerti.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • ALRIN
  • Menyimpan Rasa (END)
  • Kenalkan Namaku Tinta
  • DANADYAKSA
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Unexpected Relationship [COMPLETED]
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)

"Nah kalo misalnya kita lagi jalan, dan kita ketemu tai, lo mau bagi dua gak sama gue?" tanya Geri "Pertanyaan bodoh macam apa itu Ger?" "Udah jawab aja. Gue serius, layak atau nggaknya lo sebagai manusia ditentukan dari gimana cara lo jawab pertanyaan ini" Gea memutar bola matanya malas "Yah nggak lah, buat apa juga nemu tai dibagi dua." "Nah bener kan" Geri meminum minumannya "Lo emang gak bisa berbagi. Sampe masalah tai aja lo serakah Ge?" "Yah buat apa juga tai dibagi dua Ger, kalo lo mau ambil aja udah" Gea membuka kaleng stenlis berisi kerupuk dan memakannya "Nah gitu dong, itu tandanya lo lebih mengutamakan gue. Makasih ya" Geri menepuk kepala Gea pelan Pacaran gak sehat? Begitulah pandangan orang-orang tentang hubungan Geri juga Gea.

More details
WpActionLinkContent Guidelines