Na-update namin ang aming Mga Alituntunin sa Nilalaman.
Suriin ang pinakabagong mga alituntunin para patuloy na makapagbahagi ng mga kuwento nang ligtas.
Matuto pa
Both Of Us

Both Of Us

  • WpView
    MGA BUMASA 110
  • WpVote
    Mga Boto 3
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadKumpleto Sat, Oct 5, 2013
WpInfo
Fanfic
1Direction
Harry. Itu namanya. Sudah seminggu kami tidak berangkat sekolah bersama. Sudah seminggu, dia tidak menghadiri tempat les. Sepi. Resah. Galau. Hari ini seperti biasa aku mengambil sepedaku dan menunggu Harry di halte bus. Kalau 10 menit dia tidak datang juga, berarti dia sudah berangkat duluan atau sengaja menghindariku. Sejak hari itu. Aku sadar aku tidak sepenuhnya kuat. “Tiff?” seseorang mengejutkan lamunanku. Nial. Dia sahabat Harry. “Menunggu Harry, ya? Kau sadar tidak perbuatanmu hari itu membuat Harry seperti ini?” Tiba-tiba bus datang. Entah mengapa aku menaiki bus dengan Nial. Suasana semakin tidak enak. Nial tahu, semua orang tahu tentang kejadian hari itu.
All Rights Reserved
#173
tiffany
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Everything Happens for a Reason
  • Maaf' (Revisi)
  • Air Mata Cinta
  • All Of Sudden // h.s
  • Friendzone with (Niall) one direction
  • Masa depan yang terulang
  • Dear Fenly || Un1ty
  • ONE DIRECTION (Fan Fiction)
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • KOMA || Un1ty

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman