Kursi Kacang

Kursi Kacang

  • WpView
    LECTURAS 157
  • WpVote
    Votos 34
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, oct 25, 2016
Orang lain menginspirasi, aku menginspirasi lainnya. Asik, bukan? Kisahku ini bukan tetang kisah cinta seperti orang lain, walaupun aku juga pernah merasakannya.. Sehari 24 jam kegiatanku sudah sangat padat, tetapi kenapa kamu semakin membuat sesak? Iya ternyata keajaiban itu ada, aku bisa melihatnya. Iya kamu, ajaib. Aku..tidak tahu apa-apa. Kubuat, kalian yang tahu.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kuas,Cat dan Cinta
  • Jatuh Cinta Lagi
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Diantara mereka
  • Jodohku
  • My mate is my little friend
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Usai Pilu | KTH ✔
  • ArKa (End)

Aku bertemu degannya lagi. Ini sudah lama sekali, cukup lama untuk membuatku canggung untuk menyapanya. Sepuluh tahun yang lalu, aku gadis berkucir dua, dia anak yang berkaca mata. Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah orang yang tidak memperhatikan wajahnya dengan teliti dan sekarang aku menyadari bahwa dia adalah pemuda yang tampan dengan mata yang menarik di balik kaca matanya itu. "Hallo !!" sapaku padanya. Dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menjadi lebih canggung lagi karena dia tidak mengenaliku. Aku bukan gadis menarik, aku juga bukan gadis yang pandai mengawali pembicaraan ataupun mengakhirinya. Kalaupun dia mengenali aku, mungkin dia akan pura-pura lupa. "Hallo !" balasnya kemudian dengan senyum yang canggung. "Apa kau masih mengingatku ?" tanyaku dengan tatapan menyelidik ke arahnya. Hujan sore ini menahan dia, aku dan beberapa orang lainnya di depan toko yang tidak kutemukan papan namanya. Aku pindah dari kota ini ke luar negeri sepuluh tahun yang lalu tapi sekarang aku kembali dan temanku tidak mengenaliku lagi. "Kau siapa ?" dia balik bertanya dengan nada yang canggung ke arahku. Sudah kuduga, dia lupa tentangku. Aku menatap sekeliling, aku pasti akan terlihat sangat lucu sekarang. "Aku bukan siapa-siapa, lupakan saja" jawabku dengan santai lalu kuakhiri dengan senyum kecil. Aku lebih suka cara ini, aku tidak akan memaksakan seorang yang tidak lagi mengingatku untuk mengenalimu. Aku lebih butuh seseorang yang akan mengatakan hallo bersamaan denganku karena itu berarti kami saling mengingat. Aku menatap ke langit lagi, hujannya masih belum berhenti tapi aku menjadi orang yang pertama meninggalkan tempat ini.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido