MANASIK ABATA merupakan kumpulan artikel yang dikemas dalam cerita fiksi. Mengisahkan tentang segerombolan anak-anak di sebuah desa yang bernama: Hijjaiyah. Alur cerita berbeda setiap serinya. Pun dengan latar atau setting. Sedangkan karakter penokohan dibuat sama dari cerita satu ke cerita berikutnya. Mbah Kuni dan Jim adalah tokoh utama dalam buku ini. Mbah Kuni yang berperan sebagai lelaki tua yang hidup sendiri karena istrinya sudah meninggal dunia. Menghibahkan diri menjadi pendongeng dan penasihat di desanya. Mengajarkan ilmu agama dari berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam bidang ketauhidan. Sedangkan Jim adalah tokoh yang penulis harap bisa dimaknai secara luwes oleh pembaca. Cerita ini mencoba mengungkap sebuah pesan. Tidak ada unsur kesengajaan, jika terdapat tokoh yang kebetulan mirip dengan cerita yang penulis sajikan. Semua cerita hanya mengalir dalam imajinasi penulis yang kebetulan juga hampir 25 tahun hidup di pedesaan. Desa Hijjaiyah Sebuah daerah yang dikisahkan dengan keteduhan suasana. Terbentang luas areal pematang sawah. Rindang dan rimbun dedaunan hijau di pinggir sungai. Udara yang sejuk dan belum dicemari asap kendaraan metropolitan. Pemikiran dan hati yang jernih sebelum diracuni oleh isu dan opini saling menjatuhkan satu sama lain. Desa Hijjaiyah dikonsep turun temurun dalam nuansa keislaman. Tokoh yang dihadirkan juga berdasar rangkaian huruf hijjaiyah yang kemudian indah menyusun ayat-ayat Alquran. Hijjaiyah adalah langkah awal seseorang menyelami hakikat kitab suci. Mencari dan memaknai setiap titik dan baris yang tergores menjadi huruf, kata, dan kalimat. Mengindah membentuk sebuah kaligrafi.
More details