We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
YOU
  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 21, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Apalah dayaku mencintai seorang lelaki yang juga dicintai oleh sahabat ku sendiri. Hmm, entahlah. Aku tidak mengharuskan dia untuk mencintaiku. Tapi, aku hanya butuh kepastian saat ini. Kau mencintaiku? tinggalkan dia. Biarkan dia pergi dari hidupmu dan lupakan semua tentangnya. Pergilah kepadaku dan katakan bahwa kau mencintaiku, bukan dirinya. Tapi, apabila kau mencintainya. Pergilah. Pergilah kepadanya dan katakan bahwa kau mencintainya bukan diriku. Dan jangan lupa, saat kau bersamanya. Jangan kaitkan aku dengan hubungan yang akan kalian jalani. Biarkan untuk kesekian kalinya aku berkorban. Berkorban cinta yang telah ada sejak 3 tahun kepadamu. Berkorban untuk laterina. Sahabat wanita ku yang mencintai kau lebih lama dariku ini. Biarkan hati ini terluka. Aku yakin, luka ini tidak selamanya sakit. Karena bagiku, luka dalam hubungan persahabatan lebih ganda sakitnya dibandingkan dengan luka yang kurasa saat ini. Luka ini akan sembuh, itu pasti. Maka dari itu, kau mencintainya, bahagiakanlah dia. Mungkin dengan itu aku sadar. Dan kesadaranku itu akan menjadi obat penawar bagi luka hatiku. -Shazia Larrissa Brina-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Merayakan Kehilangan (Selesai)
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • When Love is Breaking
  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • IT HURTS
  • FRIENDzone (Completed)
  • Hopeless
  • Between Us
  • I Love You

Aku sudah bahagia sekarang. Tak perlu kau cemaskan aku lagi. Aku sudah ditemukan oleh seseorang. Yang seperti doamu dulu sebelum pergi meninggalkanku; yang akan benar-benar menyayangiku. Yang akan benar-benar mencintaiku. Kini aku telah ditemukannya, seseorang yang mencintai aku sebesar cintaku kepadamu dulu; atau bahkan lebih. Aku sudah bahagia sekarang. Tak perlu lagi khawatirkan kabarku. Salahmu telah kumaafkan, luka olehmu telah tersembuhkan. Tak perlu lagi merasa bersalah karena meninggalkan aku. Tak perlu lagi kau kasihani keadaanku. Hujan di kelopak mataku tak lagi memanggil namamu. Di dalam doaku namamu telah digantikan oleh nama yang baru. Aku sudah bahagia sekarang. Terima kasih telah memutuskan untuk pergi. Caramu menyakitiku kemarin, adalah cara Tuhan mempertemukan aku dengannya; Hari ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines