DEAR "SECRET LOVE"

DEAR "SECRET LOVE"

  • WpView
    Reads 17,938
  • WpVote
    Votes 360
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Wed, Oct 16, 2019
mungkin awal yang baik aku masuk Sekolah Menengah Atas di sekolah kesehatan aku sangat menyukai itu. skip deh.... Kata orang jatuh cinta itu indah tapi entah bagiku ini jatuh cinta itu terlihat berbeda dari yang aku bayangkan terasa membingungkan dan aku takut patah hati. Pertama kali aku mengenal cinta yang begitu sulit aku mengenal dia. Aku selalu menjadi pengagum rahasianya. aku yang selalu memandangi dia dari kejauhan. Mungkin bagi semua orang aku ini perempuan gila yang berani mengubah sikapnya demi seseorang yang tidak pasti mencintaiku. Aku sangat mencintainnya tanpa kata aku tak bisa mengungkapkannya karena aku takut. Saat aku ungkapkan takut dia akan menjauhiku dan aku terbawa rasa rindu yg begitu berat. Dia adalah seseorang yang aku tunggu saat disekolah . aku sekolah semangat saat dia ada di sekolah. Entah aku dibutakan cinta atau aku yg sengaja membutakan cinta. Pada dasarnya semua orang pasti memiliki nama yang ia simpan di dasar hatinya. Saat kita membayanginya kita merasa bahagia dan berkata ummm apa aku bisa memeluknya dan ada disampingnya.....
All Rights Reserved
#9
lovesecret
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Yang Tertinggal
  • Hanya badutmu [ END ]
  • Bukan Sekedar Kagum
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Jejak Rasa [TAMAT]
  • Jejak Senja
  • TULIP [VIKUY]  (END)

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines