Story cover for Unpredictable by tierack
Unpredictable
  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Oct 22, 2016
Berawal dari kekalahan Lana bermain bersama adiknya, ia pun harus merelakan uang tabungannya habis demi membelikan tiket konser. 

Tapi, nggak ada angin, nggak ada hujan. Tiket nya raib gitu aja. Ia pun harus memutar otak demi mendapatkan kembali tiket konser tersebut. 

Sampai, seorang tukang ojek datang ke hadapannya dan membantu Lana mendapatkan tiket konser itu serta hatinya. Siapa yang sanggup menolak pesona tukang ojek ganteng?
All Rights Reserved
Sign up to add Unpredictable to your library and receive updates
or
#14ojek
Content Guidelines
You may also like
SECOND LIFE AS BABY PRINCESS (TAMAT) by GaluhCahya8
29 parts Complete
Perjuangan Tia menafkahi keluarga, mengesampingkan kebahagiaan, membanting tulang demi mewujudkan impian Andin, adik perempuannya, pun sia-sia. Dia pikir usai menyerahkan segalanya demi menyenangkan Andin, putri kesayangan keluarga, akan berbuah manis. Namun, salah. Tidak peduli sebanyak apa pun pengorbanan yang Tia berikan kepada keluarga, itu semua tidak ada apa-apanya dibanding kebahagiaan Andin. Patah hati, kecewa, dan sedih. Tia hanya bisa menggantung kebahagiaan kepada kekasihnya. Akan tetapi, pria yang Tia harap bisa mengobati luka hati pun memilih berselingkuh dengan Andin. Tidak ada apa pun yang tersisa bagi Tia selain kepedihan dan pengkhianatan. Di saat terakhir Tia memilih melepaskan segalanya dan menyerah ketika kematian datang menjemput. "Awaaa!" ... hingga Tia terlahir kembali sebagai balita bernama Edna. Dia pikir semesta sedang membuat lelucon. Sayang lelucon itu tidak lucu bagi Tia. Ibu kandung telah berpulang ke langit. Ayah kandung (sepertinya) seorang buronan kerajaan. Dia sama sekali tidak bisa dipercaya sebagai orangtua. Tia yakin ayah barunya seorang bandit! Semua orang yang ia dan ayahnya temui kalau tidak mengajak duel pasti bermaksud buruk. Lupakan romansa, hidup kaya, dan menjadi pemenang dalam kehidupan. Tia sadar dirinya benar-benar menjadi pecundang sejati! "Awaaaaa! Waaaa!" "Papa, Sayang. Coba panggil aku Papa." Benar. Orang yang paling menyedihkan saat ini adalah ayahnya. AYAHNYA! "Waaaaaa!"
You may also like
Slide 1 of 10
SECOND LIFE AS BABY PRINCESS (TAMAT) cover
Halo Elang cover
FROM HATE TO LOVE cover
Without You cover
Never Ends cover
COOL BOY VS BAD GIRL cover
Cerita Rumah, Jeongkyu √ cover
Rumah? cover
You're My Perfume✅ cover
Bad Girl VS  Ketua OSIS[REVISI]  cover

SECOND LIFE AS BABY PRINCESS (TAMAT)

29 parts Complete

Perjuangan Tia menafkahi keluarga, mengesampingkan kebahagiaan, membanting tulang demi mewujudkan impian Andin, adik perempuannya, pun sia-sia. Dia pikir usai menyerahkan segalanya demi menyenangkan Andin, putri kesayangan keluarga, akan berbuah manis. Namun, salah. Tidak peduli sebanyak apa pun pengorbanan yang Tia berikan kepada keluarga, itu semua tidak ada apa-apanya dibanding kebahagiaan Andin. Patah hati, kecewa, dan sedih. Tia hanya bisa menggantung kebahagiaan kepada kekasihnya. Akan tetapi, pria yang Tia harap bisa mengobati luka hati pun memilih berselingkuh dengan Andin. Tidak ada apa pun yang tersisa bagi Tia selain kepedihan dan pengkhianatan. Di saat terakhir Tia memilih melepaskan segalanya dan menyerah ketika kematian datang menjemput. "Awaaa!" ... hingga Tia terlahir kembali sebagai balita bernama Edna. Dia pikir semesta sedang membuat lelucon. Sayang lelucon itu tidak lucu bagi Tia. Ibu kandung telah berpulang ke langit. Ayah kandung (sepertinya) seorang buronan kerajaan. Dia sama sekali tidak bisa dipercaya sebagai orangtua. Tia yakin ayah barunya seorang bandit! Semua orang yang ia dan ayahnya temui kalau tidak mengajak duel pasti bermaksud buruk. Lupakan romansa, hidup kaya, dan menjadi pemenang dalam kehidupan. Tia sadar dirinya benar-benar menjadi pecundang sejati! "Awaaaaa! Waaaa!" "Papa, Sayang. Coba panggil aku Papa." Benar. Orang yang paling menyedihkan saat ini adalah ayahnya. AYAHNYA! "Waaaaaa!"