Surat Terakhir Fatimah

Surat Terakhir Fatimah

  • WpView
    Leituras 2,245
  • WpVote
    Votos 101
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, mai 21, 2017
Ya rabb, Di akhir hidupku nanti aku ingin menjadi rembulan yang bersinar ditengah kegelapan, Akuu ingin menjadi pelangi yang begitu kuat menerjang sang hujan dan menghadapi panasnya matahari, hingga akhirnya warnanya yang begitu indah mampu memancarkan kebahagiaan untuk semua orang. Bolehkah engkau mewujudkan semua impianku itu, disaat kurasa cahayaku mulai padam, disaat kurasakan kekokohanku ini mulai rapuh. Aku ingin menjadi seseorang yang dikenang oleh mereka
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • CINTA TERLARANG CINTA TERINDAH
  • Teman Menuju Syurga (END)
  • Highway 1009 ||Sim Jaeyun - Jake|| (TERBIT)
  • THE STAR
  • BUMI OR ANGKASA [END]
  • Be My Endless
  • Elang [PROSES PENERBITAN]
  • Just about my feeling 💜

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo