Story cover for TAKDIR (Chanbaek) by Chanbaek_1702
TAKDIR (Chanbaek)
  • WpView
    Leituras 1,377
  • WpVote
    Votos 174
  • WpPart
    Capítulos 11
  • WpView
    Leituras 1,377
  • WpVote
    Votos 174
  • WpPart
    Capítulos 11
Concluída, Primeira publicação em out 22, 2016
Maduro
jika kehilangan adalah awal dari kehidupan baru. Bagaimana jika hilang itu menjadi kembali?
Jalan yang sudah dipilih atau bahkan terpilih Karena banyak persimpangan, turunan terjal atau bahkan tanjakan.
Kemudian takdir bahkan mendatangkan orang-orang yang belum pernah diketahui Membuka perjalanan untuk hal yang tidak mudah dan seketika segala hal bertambah rumit.
Cerita yang ada 
Hanyalah pahit dan manis yang mengungkapkan perasaan seorang biasa yang akhirnya bisa bersama dengan impian_impian kecil tentang kehidupan cinta dan persahabatan
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar TAKDIR (Chanbaek) à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
Senja Diantara Dua Langit cover
Remaining of Love cover
KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan) cover
Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ] cover
Unexpected Bonds cover
Promise [Sequel of My Stupid Park Chanyeol] cover
My Sweet Boyfriend (PCY) END cover
[1]C for B - (heaven on earth with you) CHANBAEK cover
IF YOU cover

Senja Diantara Dua Langit

13 capítulos Em andamento

Di tengah dunia yang terus bergerak, ada satu jenis kehilangan yang sunyinya tidak bisa dijelaskan kehilangan yang datang bahkan sebelum sempat dipeluk. Buku ini adalah kisah tentang duka yang sunyi, tentang dua manusia yang berusaha bertahan setelah kehilangan anak yang belum sempat mereka genggam. Di balik peran sebagai penyelamat dalam dunia kebencanaan, tersimpan satu kenyataan yang tidak bisa dihindari: bahkan orang yang paling tahu cara menolong, bisa kehilangan arah ketika luka itu datang dari dalam rumahnya sendiri. Ia, yang terbiasa menjadi orang pertama di garis depan, yang tahu bagaimana menenangkan penyintas, meredakan trauma, dan menyalakan kembali harapan, kini harus menghadapi kenyataan bahwa yang paling membutuhkan pertolongan adalah istrinya dan dirinya sendiri. Tidak ada pelatihan untuk rasa bersalah yang tak bisa dihapus, tidak ada protokol evakuasi untuk jiwa yang patah. Buku ini bukan tentang heroisme, tapi tentang rapuhnya manusia. Tentang bagaimana kehilangan bisa mengubah arah hidup, meruntuhkan yang kokoh, dan memaksa seseorang untuk kembali belajar berjalan pelan-pelan, di atas puing-puing harapan. Sebuah catatan jujur tentang duka, cinta, dan upaya untuk kembali pulang pada diri sendiri, meski tak lagi utuh.